Jemaah haji asal Riau yang mengalami gangguan kesehatan di Embarkasi Batam mengalami peningkatan. Dari tiga kloter yang telah masuk asrama haji, tercatat delapan jemaah sakit dan dua di antaranya dipastikan batal berangkat ke Tanah Suci.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Defizon, menyatakan bahwa hingga saat ini lima kloter jemaah Riau telah diberangkatkan, dengan dua kloter sudah tiba di Madinah dan satu kloter lainnya baru masuk asrama haji.
“Dari tiga kloter yang masuk asrama haji, tujuh jemaah mengalami sakit. Ditambah satu jemaah yang sakit di daerah asal, total delapan orang tidak bisa berangkat karena kondisi kesehatan,” ujarnya.
Defizon juga menambahkan bahwa dari jumlah tersebut satu jemaah di daerah asal dan satu jemaah di embarkasi Batam dinyatakan tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan sehingga batal berangkat. Saat ini, enam jemaah lainnya masih menjalani perawatan di Batam dan diharapkan dapat pulih agar tetap bisa diberangkatkan.
“Kami berharap kondisi mereka membaik sehingga tidak sampai gagal berangkat,” katanya.
Tingginya angka jemaah sakit menjadi perhatian serius bagi Defizon. Ia mengimbau calon jemaah haji untuk menjaga kondisi fisik, terutama dengan cukup istirahat menjelang keberangkatan.
“Ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima. Karena itu, jemaah harus menjaga kesehatan agar tidak mengalami kendala saat berada di Tanah Suci,” pungkasnya.
Berdasarkan evaluasi sementara, gangguan kesehatan yang dialami jemaah diduga dipicu penyakit bawaan yang diperparah oleh kelelahan sebelum keberangkatan. Defizon juga mengingatkan agar jumlah jemaah sakit tidak bertambah karena dapat memengaruhi pengaturan kursi pada kloter berikutnya.