Banjir masih menjadi masalah serius di sejumlah wilayah Kota Pekanbaru, terutama di Kecamatan Marpoyan Damai. Genangan air kerap terjadi saat hujan deras mengguyur, menyebabkan dampak yang cukup parah bagi warga setempat.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan bahwa penanganan banjir tidak hanya tanggung jawab pemko. Beberapa titik rawan banjir terkait dengan infrastruktur yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Riau dan pemerintah pusat.

Salah satu kendala yang dihadapi adalah keberadaan gorong-gorong di Jalan Soekarno Hatta, dekat Eco Green, yang terletak di bawah badan jalan. Kondisi ini menghambat aliran air, sehingga perlu dilakukan pembongkaran untuk memastikan aliran air lancar menuju Sungai Kampar.

Agung menekankan pentingnya penataan ulang di lokasi tersebut untuk mencegah genangan air akibat hujan deras. Pemko telah melakukan penanganan sesuai kewenangannya, namun kerjasama yang lebih intensif dengan pemerintah provinsi dan pusat diperlukan untuk hasil yang lebih optimal.

Pentingnya kerja sama semua pihak dalam penanganan banjir juga disampaikan oleh Agung. Menurutnya, solusi yang komprehensif hanya bisa dicapai melalui kolaborasi yang baik antara berbagai pihak terkait.

Peristiwa tragis di Kecamatan Marpoyan Damai pada 10 April, di mana seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah terbawa arus parit saat banjir, semakin memperburuk situasi banjir di wilayah tersebut. Hal ini menunjukkan urgensi penanganan banjir yang lebih serius dan efektif.