Penyakit campak bukan sekadar demam dan ruam biasa, melainkan infeksi menular yang berpotensi menyebabkan komplikasi serius hingga kematian pada anak. Orang tua diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan memastikan imunisasi anak lengkap sesuai jadwal. Imunisasi terbukti menjadi langkah efektif yang sudah menyelamatkan ribuan nyawa dari penularan penyakit campak yang dapat menyebabkan kematian pada anak.

Ketua Satgas Imunisasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Hartono Gunardi mengimbau para orang tua agar lebih waspada, bahkan memeriksa kelengkapan imunisasi pada anak. Imunisasi sangat penting untuk melindungi anak-anak dari penyakit infeksi yang berbahaya. “Campak bukan hanya penyakit demam, tetapi lebih dari itu bisa berbahaya dan menular,” jelasnya dalam Webinar dengan tema ‘Waspada Campak, Cek Faktanya, Lengkapi Imunisasinya’.

Gejala penyakit campak bisa diketahui apabila mengalami demam, batuk disertai pilek, mata merah, bercak koplik, hingga ruam merah. Penyakit ini bisa menyebabkan radang otak, radang paru-paru, dan difteri yang dapat mengakibatkan sumbatan napas, bahkan kematian pada anak. Hartono mengajak para orang tua untuk lebih waspada dan lengkapi imunisasi pada anak.

Penyakit campak pada anak dapat dicegah dengan imunisasi vaksin MR (Measles and Rubella). Vaksin ini sangat efektif untuk mencegah campak dan rubella pada anak. Pemberian vaksin MR direkomendasikan dengan tiga dosis pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan 7 tahun atau kelas 1 SD. “Vaksin MR secara umum sangat aman, sama seperti vaksin imunisasi lainnya,” ujarnya.

Majelis Kesehatan Dunia telah memprakarsai Pekan Imunisasi Dunia yang diperingati setiap minggu ke-4 bulan April. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat terutama orang tua dan pengasuh anak dalam mencapai status imunisasi rutin lengkap sesuai jadwal. “Imunisasi campak terbukti dapat mencegah terjadinya penyakit campak. Akan tetapi, bagi anak yang belum diimunisasi campak atau belum lengkap, perlu imunisasi kejar,” pungkas Hartono.