Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus diintensifkan di Provinsi Riau untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyemai 25 ton garam ke potensi awan hujan di wilayah tersebut.

Penyemaian garam dilakukan guna menjaga kondisi lahan tetap basah, terutama di kawasan gambut yang rentan terbakar. Wilayah pesisir timur Riau, termasuk Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan, dan Kota Dumai, menjadi fokus penyemaian.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Damkar Riau, Jim Gafur, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan tahap kedua setelah kegiatan serupa pada Februari lalu. Penyemaian garam bertujuan memicu hujan buatan di titik-titik krusial.

Satgas Karhutla Riau kini diperkuat dengan empat unit helikopter, dua unit untuk patroli rutin dan dua unit water bombing. Pemerintah daerah berupaya menambah unit helikopter water bombing tambahan karena meluasnya area kebakaran.

Proses administrasi dan perizinan untuk menambah bantuan helikopter sedang berjalan. Penguatan armada udara dinilai penting mengingat sulitnya akses darat saat terjadi kebakaran di lahan gambut.

Kombinasi antara hujan buatan melalui OMC dan kesiapsiagaan armada udara diharapkan dapat menekan risiko bencana kabut asap di wilayah Sumatera dan sekitarnya. Pemerintah berharap langkah ini dapat mengurangi dampak buruk dari karhutla.