Pemerintah Kota Pekanbaru menetapkan pemulihan infrastruktur jalan sebagai program prioritas pada tahun anggaran 2026. Alokasi dana sebesar Rp100 miliar disiapkan untuk memastikan target pengaspalan ulang (overlay) sepanjang 42 kilometer dapat terealisasi tepat waktu. Instruksi khusus telah diberikan oleh Walikota Pekanbaru Agung Nugroho untuk mempercepat proses pengerjaan di lapangan, sebagai bagian dari visi besar pemerintah daerah dalam memperbaiki aksesibilitas warga di seluruh wilayah kota.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru, Edward Riansyah, menjelaskan bahwa anggaran tersebut difokuskan pada titik-titik kerusakan yang krusial. “Ada percepatan perbaikan jalan yang menjadi prioritas Bapak Wali Kota,” ujar Edward Riansyah pada Selasa (31/3/2026). Agung Nugroho menargetkan total pengaspalan jalan rusak mencapai 100 kilometer dalam masa kepemimpinannya selama dua hingga tiga tahun ke depan, dengan target minimal untuk tahun ini adalah 42 kilometer dengan alokasi anggaran Rp100 miliar.
Tahun 2026 menandai perubahan fokus perbaikan jalan dari area pusat kota ke kawasan pinggiran. Hal ini dilakukan demi pemerataan kualitas infrastruktur di 15 kecamatan yang ada di Pekanbaru. Pada tahun 2025, capaian perbaikan jalan sudah cukup signifikan, di mana Pemko Pekanbaru berhasil melakukan pengaspalan sepanjang 42 kilometer, melampaui target awal yang hanya dipatok sebesar 20 kilometer. Sebanyak 29 ruas jalan di berbagai titik berhasil dimuluskan kembali sepanjang tahun lalu.
Dengan demikian, Pemerintah Kota Pekanbaru terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan demi meningkatkan aksesibilitas warga. Alokasi dana sebesar Rp100 miliar untuk pengaspalan jalan sepanjang 42 kilometer menjadi langkah nyata dalam mewujudkan visi tersebut. Melalui kerja sama antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat, diharapkan perbaikan infrastruktur jalan dapat terus berlanjut demi kesejahteraan dan kemajuan Kota Pekanbaru.