Air Terjun Batang Koban di Kecamatan Hulu Kuantan, Riau, merupakan sebuah mahakarya alam dengan tujuh tingkatan air terjun yang menjulang tinggi. Meskipun potensial sebagai destinasi wisata unggulan, saat ini Batang Koban sedang mengalami masa sulit.
Menurut Hendrianto, pecinta alam yang pernah mengunjungi Batang Koban, tempat ini adalah potongan surga dengan gemuruh air yang jatuh dari ketinggian puluhan meter dan orkestra alami dari kicauan burung hutan Sumatera.
Pecinta burung juga dapat menemukan spesies eksotis yang mulai langka di kawasan ini, menjadikannya bukan hanya tempat berwisata, tetapi juga laboratorium alam yang tak ternilai harganya.
Pada masa pemerintahan Bupati Sukarmis hingga Bupati Mursini, Batang Koban adalah primadona dengan kunjungan wisatawan lokal maupun luar daerah yang ramai. Sarana pendukung seperti tangga-tangga semen dibangun untuk memudahkan akses antar tingkat dan memberikan rasa aman bagi pengunjung.
Namun, saat ini, di bawah kepemimpinan Drs. Suhardiman Amby, Batang Koban terlihat terlantar tanpa sentuhan pembangunan yang berarti. Fasilitas yang dulu megah mulai usang tanpa upaya renovasi atau peningkatan infrastruktur yang signifikan.
Masalah utama yang dihadapi Batang Koban adalah aksesibilitas, dimana satu-satunya cara untuk mencapai lokasi saat ini adalah melalui jalur sungai menggunakan perahu mesin (pompong). Hal ini menjadikan Batang Koban sulit dijangkau bagi keluarga yang membawa anak kecil atau wisatawan yang mengutamakan keselamatan.
Dalam konteks ini, masyarakat menantikan keberanian Pemerintah Kabupaten Kuansing untuk membangun akses jalan darat menuju Air Terjun Batang Koban. Dengan adanya jalan darat, biaya perjalanan akan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat dan usaha mikro di sekitar lokasi akan tumbuh subur.
Pemerintah diharapkan menyadari bahwa pariwisata adalah investasi jangka panjang yang tidak akan habis, dan membiarkan Batang Koban terlantar tanpa akses jalan darat adalah sebuah kerugian besar bagi daerah. Masyarakat menunggu langkah konkret untuk mendobrak keterisolasian Batang Koban dan menjadikannya destinasi wisata yang berdaya saing.