Pemerintah Kota Pekanbaru segera mengoperasikan 10 titik stasiun pengumpulan dan pemilahan sampah atau waste station. Fasilitas ini memungkinkan warga untuk menukarkan sampah rumah tangga menjadi saldo uang elektronik guna menekan volume limbah di ibu kota Provinsi Riau tersebut. Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan bahwa pengoperasian waste station ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi Green City. Pada tahap awal, fasilitas tersebut akan tersebar di 10 lokasi strategis untuk menjangkau masyarakat lebih luas. “Warga cukup memilah sampah dari rumah, lalu membawanya ke waste station. Nilai ekonomis dari sampah tersebut akan langsung masuk ke saldo aplikasi,” ujar Agung Nugroho di Pekanbaru, Selasa (17/3/2026).
Adapun 10 titik lokasi tersebut meliputi RTH Kaca Mayang, Wisata Alam Mayang, TRC Pekanbaru AMAN 112, Stadion Utama Riau, Taman MPP, kawasan MPP, area seberang Polda Riau, STC, Pasar Panam, dan Simpang Empat Rumbai. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru Reza Aulia Putra menjelaskan, operasional perdana ditargetkan mulai berjalan dalam waktu dekat. Pemerintah kota bekerja sama dengan Rekosistem, perusahaan teknologi pengelolaan sampah, untuk menyediakan platform digitalnya. “Insya Allah, sebelum Lebaran satu unit waste station sudah mulai beroperasi. Masyarakat dapat menukarkan sampah plastik, kaca, minyak jelantah, kertas atau kardus, logam, hingga barang elektronik bekas,” kata Reza Aulia Putra.
Mekanismenya, warga yang datang membawa sampah akan melalui proses penimbangan. Berat sampah yang disetorkan kemudian dikonversi menjadi poin melalui aplikasi Rekosistem. Poin yang telah terkumpul dapat dicairkan menjadi uang elektronik. Agung Nugroho menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk mengubah paradigma masyarakat terhadap limbah. Sampah tidak lagi dipandang sebagai masalah yang harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi. “Masyarakat kini mendapatkan insentif langsung atas kepedulian mereka terhadap lingkungan. Ini langkah konkret dalam mengatasi tantangan pengelolaan sampah di Pekanbaru,” tuturnya.
Untuk memanfaatkan layanan ini, warga diwajibkan mengunduh aplikasi Rekosistem dan melakukan registrasi sebelum mendatangi titik penjemputan (drop point) yang tersedia.