Penggunaan anggaran pendidikan di Provinsi Riau masih belum optimal. Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau, Evenri Sihombing, menyatakan bahwa sekitar 41,12 persen dari anggaran sebesar Rp3,3 triliun yang dialokasikan untuk sektor pendidikan tidak efektif. Evaluasi menunjukkan bahwa hampir Rp1,5 triliun anggaran pendidikan belum memberikan dampak maksimal.
Salah satu contoh ketidakefektifan terlihat pada pengadaan perangkat teknologi di sekolah, seperti smartboard dan laptop. Meskipun perangkat tersebut sudah tersedia, banyak tenaga pendidik belum mampu mengoperasikannya secara optimal.
Evenri mengungkapkan bahwa perencanaan anggaran cenderung lebih fokus pada pengadaan barang daripada pelatihan penggunaan teknologi bagi tenaga pendidik. Hal ini menyebabkan fasilitas yang dibeli tidak dimanfaatkan secara maksimal.
Dalam hal ini, Evenri mendorong Pemprov Riau untuk memperbaiki perencanaan anggaran pendidikan. Selain fokus pada pengadaan fasilitas, Pemprov Riau juga perlu memperhatikan peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang akan memanfaatkannya.
Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kelemahan dalam perencanaan dan sinkronisasi program dalam penganggaran pendidikan. Perlu adanya perhatian lebih agar pengadaan fasilitas pendidikan tidak sia-sia.
Masih dari kata Evenri, “Pengadaannya ada, tetapi pelatihannya tidak disiapkan. Akhirnya perangkat hanya tersimpan dan tidak memberikan manfaat bagi proses pembelajaran.”
Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan Pemprov Riau dapat memperbaiki strategi penganggaran pendidikan agar dana yang dialokasikan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Riau.