Kementerian Kesehatan mengumumkan bahwa kasus positif COVID-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan. “Saat ini kita sedang menghadapi gelombang ketiga pandemi, yang disebabkan oleh varian Delta yang lebih menular,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, dalam konferensi pers hari ini.
Menurut data yang dirilis hari ini, terdapat penambahan 5.000 kasus positif COVID-19 dalam 24 jam terakhir. Dengan penambahan tersebut, total kasus positif COVID-19 di Indonesia telah mencapai angka 1 juta kasus. “Kami terus mengimbau masyarakat untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan dan membatasi mobilitas,” tambah Siti Nadia.
Peningkatan kasus positif COVID-19 juga berdampak pada ketersediaan tempat tidur di rumah sakit. “Beberapa rumah sakit di Jakarta dan Jawa Barat melaporkan tingkat keterisian tempat tidur mencapai 90 persen,” ungkap Siti Nadia. Hal ini menyebabkan pihak berwenang terus berupaya untuk menambah kapasitas tempat tidur dan mempercepat proses vaksinasi.
Pemerintah juga telah memperketat kebijakan terkait perjalanan internasional. “Kami telah menutup sementara akses masuk bagi warga negara asing dari negara yang memiliki kasus varian Delta tinggi,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.
Meskipun demikian, pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk tidak panik. “Kami akan terus berupaya untuk menangani pandemi ini dengan sebaik mungkin. Kami juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersatu melawan COVID-19,” ujar Luhut.
Sementara itu, vaksinasi massal terus dilakukan di berbagai daerah. “Kami telah menargetkan untuk mengvaksin minimal 70 persen populasi Indonesia pada akhir tahun ini,” kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak lengah meskipun telah divaksin. “Vaksin hanya akan memberikan perlindungan maksimal jika dilengkapi dengan disiplin terhadap protokol kesehatan,” tegas Budi.
Hingga saat ini, terdapat 500.000 dosis vaksin yang telah tersedia dan siap disuntikkan ke masyarakat. “Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat proses vaksinasi ini,” tambah Budi.