Seluruh kader Partai Demokrat diingatkan untuk menjaga sikap dan perilaku di tengah masyarakat karena mereka merupakan garda terdepan dan representasi dari kepemimpinan wali kota di Kota Pekanbaru. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Riau, Agung Nugroho, menyampaikan pesan ini dalam acara buka bersama Partai Demokrat di Hotel Pangeran Pekanbaru pada Minggu (8/3/2026).
Agung Nugroho menekankan bahwa setiap tindakan kader di tengah masyarakat akan berdampak pada citra Pemko Pekanbaru, sehingga para kader diminta untuk bersikap santun, rendah hati, dan tidak menyalahgunakan kedekatan dengan kekuasaan. Menurutnya, kader Demokrat harus menjadi wajah wali kota di tengah masyarakat dan tidak bersikap sewenang-wenang agar nama wali kota tidak tercoreng.
Kader Partai Demokrat diingatkan bahwa jabatan hanya bersifat sementara, sehingga jangan bersikap sombong atau merasa paling berkuasa. Agung Nugroho mengajak para kader untuk memanfaatkan momentum tersebut untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat dan mendukung program pembangunan yang dijalankan oleh Pemko Pekanbaru tanpa membebani anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Agung Nugroho menegaskan bahwa tidak akan memberikan proyek atau kewenangan tertentu hanya karena ada permintaan, dan bahwa jabatan harus dijaga dengan baik agar tidak disalahgunakan. Ia juga menyebut bahwa meskipun memiliki latar belakang suku Jawa dan lahir di Padang, Provinsi Sumatera Barat, dukungan masyarakat Pekanbaru menjadi motivasi besar baginya untuk memimpin daerah dengan baik.
Selain itu, Agung Nugroho mengajak seluruh kader Partai Demokrat untuk meninggalkan pola politik lama yang mengandalkan praktik transaksional dalam meraih dukungan masyarakat. Ia mendorong kader untuk membangun hubungan yang baik dengan masyarakat melalui kerja nyata dan pembangunan daerah sebagai cara untuk meraih dukungan secara positif.