BNPB Kirim 2 Helikopter Patroli Dukung Penanggulangan Karhutla di Riau
Pekanbaru – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirim dua unit helikopter patroli untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau. Kedua helikopter tersebut telah tiba di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, dan siap memantau titik api serta melaporkan kondisi Karhutla secara real-time.
Kepala BPBD Damkar Riau, M. Edy Afrizal, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Jim Gafur, mengungkapkan bahwa helikopter patroli yang diterjunkan adalah Bell 206 B3 (PK-FPA) dan Bell 206 L4 (PK-ZGK). Mereka akan melakukan patroli udara di wilayah rawan kebakaran untuk memungkinkan tim gabungan melakukan pemadaman secepat mungkin saat menemukan titik api.
Selain helikopter patroli, BNPB sebelumnya juga telah menggunakan pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di daerah pesisir Riau yang mengalami penurunan curah hujan. Tujuannya adalah menciptakan hujan buatan guna mengurangi risiko Karhutla.
Hingga awal 2026, Karhutla telah terjadi di 11 kabupaten/kota di Riau dengan total luas lahan terdampak mencapai 1.161,64 hektare. Kabupaten Pelalawan merupakan yang paling terdampak dengan luas 681,5 Ha, diikuti oleh Bengkalis 228,51 Ha dan Siak 65,32 Ha. Terdapat total 1.974 hotspot atau titik panas yang telah terdeteksi.
Dengan dukungan helikopter patroli dan operasi hujan buatan, pemerintah berharap upaya penanggulangan Karhutla di Riau dapat menjadi lebih cepat, efektif, dan terkoordinasi. Hal ini diharapkan dapat membantu mengurangi dampak buruk dari Karhutla bagi lingkungan dan masyarakat setempat.