Sebanyak 215 masjid di Provinsi Riau disiapkan sebagai tempat singgah nyaman bagi pemudik selama libur Idulfitri 1447 H/2026 M. Program “Masjid Ramah Pemudik” bertujuan memaksimalkan peran masjid sebagai pusat pelayanan umat, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga fasilitas sosial bagi masyarakat yang sedang dalam perjalanan.
Distribusi 215 masjid ramah pemudik tersebar di 12 kabupaten/kota, dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Rokan Hilir (43 masjid) dan Kabupaten Kuantan Singingi (41 masjid), serta masing-masing 10 masjid di Kota Pekanbaru dan Kota Dumai. Masjid-masjid yang terlibat berada di jalur utama arus mudik lintas provinsi dan kabupaten/kota.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Riau, Muliardi, menjelaskan bahwa fasilitas yang disediakan meliputi tempat istirahat, toilet, air bersih, area salat, dan ruang terbuka untuk beristirahat. Beberapa masjid bahkan menyiapkan air minum gratis bagi pemudik. Pengurus masjid diimbau untuk menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan selama periode arus mudik dan arus balik.
Program “Masjid Ramah Pemudik” diharapkan membuat perjalanan mudik lebih aman, nyaman, dan lancar, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat pelayanan masyarakat. Muliardi menekankan pentingnya pemudik ikut menjaga ketertiban dan kebersihan fasilitas yang digunakan.
Dengan adanya program ini, diharapkan pemudik dapat merasa lebih terbantu dan nyaman selama perjalanan mudik mereka. Masjid sebagai tempat singgah menjadi pilihan yang strategis untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang sedang dalam perjalanan.
Melalui program “Masjid Ramah Pemudik”, pemudik di Provinsi Riau dapat merasakan manfaat dari adanya fasilitas yang disediakan oleh masjid-masjid yang terlibat. Ini menjadi upaya untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pemudik selama periode libur Idulfitri.