Mbah Mijan, seorang paranormal ternama, mengungkap kisah perjalanannya meninggalkan dunia paranormal yang telah membesarkan namanya. Ia memutuskan untuk berhenti setelah melepas jimat yang diyakini sebagai sumber kekuatannya. Jimat tersebut diperoleh melalui ritual tirakat yang dilakoninya sejak usia muda.

Menurut Mbah Mijan, ia menjalani puasa mutih selama tiga hari sebelum melakukan ritual di sebuah pantai yang akhirnya menghasilkan benda kecil yang diyakini sebagai jimat. Namun, kehidupannya berubah ketika ia mulai membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Ia membaca sebanyak 6.236 ayat selama sekitar 18 jam hampir tanpa henti.

Setelah melepas jimat tersebut, Mbah Mijan masih melayani sejumlah pasien karena merasa memiliki tanggung jawab kepada mereka. Namun, ia telah meninggalkan praktik meramal dan kini membuka layanan pengobatan di rumah. Meskipun penghasilannya tidak sebesar ketika aktif sebagai paranormal, ia merasa lebih tenang dan bersyukur dengan kehidupan yang ia jalani sekarang.

Mbah Mijan mengaku bahwa keputusannya untuk meninggalkan dunia paranormal adalah sebuah proses yang ia jalani dengan sungguh-sungguh. Ia merasa bahwa membaca ayat-ayat Al-Qur’an membawa kebahagiaan dan kedamaian yang sebelumnya tidak ia rasakan.

Dalam perjalanan hidupnya, Mbah Mijan menemukan kedamaian dan kebahagiaan yang sebelumnya tidak ia temukan dalam praktik paranormal. Ia menyatakan bahwa membaca ayat-ayat Al-Qur’an telah membuka matanya akan makna sejati dari kehidupan dan tujuan hidupnya.

Mbah Mijan mengaku bahwa meskipun meninggalkan dunia paranormal, ia masih merasa memiliki tanggung jawab kepada pasien-pasiennya. Ia berusaha untuk tetap membantu dan melayani mereka dengan cara yang lebih konvensional melalui layanan pengobatan di rumah.

Dengan pengalaman yang ia jalani, Mbah Mijan berharap dapat memberikan inspirasi bagi orang lain untuk menemukan kebahagiaan dan kedamaian dalam hidup mereka. Ia percaya bahwa setiap orang memiliki jalan hidup masing-masing yang perlu dihormati dan dijalani dengan penuh kesadaran.