Kepolisian Daerah Riau telah mengambil langkah cepat dalam menindaklanjuti informasi terkait kondisi kritis seorang warga negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Siak, Susi Yanti Br Sinaga (23), yang sedang dirawat di Khmer-Soviet Friendship Hospital, Phnom Penh, Kamboja. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Hasyim Risahondua, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh untuk memantau perkembangan kondisi korban. Informasi ini disampaikan pada Rabu (4/3/2026).
Berdasarkan informasi yang diterima dari KBRI, diketahui bahwa korban sedang dirawat akibat penyakit autoimun dan pneumonia. Tidak ada indikasi tindak kekerasan yang ditemukan dalam kasus ini. KBRI juga telah melakukan penelusuran dan memastikan keberadaan korban di rumah sakit tersebut. Keluarga korban diminta untuk terus berkoordinasi dengan perwakilan WNI yang mendampingi korban, serta memanfaatkan hotline KBRI untuk mendapatkan informasi terkini.
Bupati Siak, Afni Zulkifli, telah berkomunikasi dengan Kapolda Riau, Herry Heryawan, untuk memastikan penanganan kasus ini berjalan optimal. Pemerintah daerah juga berencana untuk menemui keluarga korban di Lubuk Dalam guna memberikan pendampingan. Polda Riau juga menyatakan akan terus melakukan komunikasi intensif dengan KBRI guna memantau kondisi korban dan memastikan koordinasi berjalan dengan baik demi keselamatan dan penanganan terbaik bagi WNI tersebut.
Pihak berwenang terus berupaya untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada korban yang sedang mengalami kondisi kritis di rumah sakit Khmer-Soviet Friendship Hospital, Phnom Penh, Kamboja. Koordinasi antara Polda Riau, KBRI, dan pihak terkait terus dilakukan guna memastikan keselamatan dan kesejahteraan korban. Seluruh pihak diminta untuk tetap tenang dan terus mengikuti perkembangan informasi terkait kasus ini.
Susi Yanti Br Sinaga (23), yang merupakan WNI asal Kabupaten Siak, sedang berjuang melawan penyakit autoimun dan pneumonia di Khmer-Soviet Friendship Hospital, Phnom Penh, Kamboja. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh terus memantau kondisi korban dan memberikan bantuan yang diperlukan. Keluarga korban diminta untuk tetap tenang dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna memperoleh informasi terkini mengenai kondisi Susi Yanti Br Sinaga.
Koordinasi antara Polda Riau dan KBRI Kamboja terus berlangsung guna memastikan penanganan kasus ini berjalan dengan baik. Upaya-upaya terus dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kesejahteraan korban. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi secara resmi dan tetap mengikuti perkembangan berita terkait kasus ini melalui sumber yang terpercaya.