Sebanyak 21 sekolah menengah pertama (SMP) swasta di Kota Pekanbaru siap menambah daya tampung peserta didik pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini. Sekolah-sekolah tersebut menjadi alternatif bagi calon peserta didik selain SMP negeri.

Langkah ini diambil menyusul keterbatasan kapasitas SMP negeri yang belum mampu menampung seluruh lulusan sekolah dasar (SD). Berdasarkan data tahun 2025, daya tampung SMP negeri di Pekanbaru hanya mencapai 9.792 kursi. Sementara, jumlah lulusan SD tercatat sebanyak 17.883 peserta didik.

Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar, Minggu (1/3/2026), menyampaikan, sekitar 21 SMP swasta telah bergabung dalam skema kemitraan bersama Dinas Pendidikan (Disdik) hingga saat ini. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah menjelang pelaksanaan SPMB nanti.

Disdik terus membuka ruang kerja sama dengan sekolah swasta lainnya. Kolaborasi ini bertujuan memastikan seluruh lulusan SD dapat tertampung dan memperoleh akses pendidikan yang layak.

Kerja sama tersebut telah dibahas dalam Rapat Koordinasi Petunjuk Teknis SPMB. Kemitraan dengan sekolah swasta dinilai menjadi solusi konkret untuk mengatasi persoalan keterbatasan daya tampung, khususnya di wilayah yang sulit mengakses SMP negeri.

“Kami berupaya menyelesaikan persoalan wilayah yang kesulitan mengakses sekolah negeri. Sekolah swasta mitra pemko dapat menjadi opsi,” jelas Markarius.

Melalui skema kemitraan dan simulasi awal yang telah dilakukan, diharapkan seluruh calon peserta didik dapat langsung terakomodasi tanpa ada yang tertinggal. SPMB akan menyediakan beberapa jalur penerimaan, yakni jalur domisili, jalur prestasi, dan jalur afirmasi.

“Skema ini memberikan kesempatan yang proporsional bagi calon peserta didik untuk memilih jalur sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan,” sebut Markarius.