Warga di beberapa desa di Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir resah dengan wacana pengalihan pengelolaan lahan ke PT Agrinas Palma Nusantara, meski tidak ada intimidasi. Hal ini ditanggapi oleh Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Kemuning, Tri Aprianto, yang mengatakan bahwa beberapa pihak telah masuk ke desa dengan mengaku sebagai KSO dari Agrinas dan menjanjikan penyelesaian persoalan.
“Masuknya para pihak ini membuat warga kami tak tenang, kami resah. Terus terang kami selalu bersiap siaga, kalau-kalau ada pihak yang langsung masuk dan menyerobot lahan masyarakat,” ujar Tri Aprianto.
Tri Aprianto juga menyampaikan rencananya untuk mengajak dialog pihak Agrinas atau para pemegang KSO bersama Pemerintah Kecamatan dan para Kepala Desa sebelum keputusan pengalihan pengelolaan lahan dilakukan.
“Sebelum masuk, kami berencana akan mengajak PT Agrinas berdialog bersama Forkopimcam dan kepala desa, karena ini pasti akan menimbulkan konflik,” tutupnya.
Pernyataan Tri Aprianto tersebut mencerminkan kekhawatiran dan keresahan yang dirasakan oleh warga terkait pengalihan pengelolaan lahan ke PT Agrinas Palma Nusantara. Meskipun belum ada tindakan intimidasi, kehadiran pihak yang mengaku sebagai perwakilan Agrinas telah menimbulkan ketidakpastian dan kegelisahan di kalangan masyarakat.
Upaya untuk mengadakan dialog antara pihak terkait, termasuk PT Agrinas, Pemerintah Kecamatan, dan para Kepala Desa, merupakan langkah yang diambil untuk mencari solusi damai dan mencegah terjadinya konflik yang dapat merugikan semua pihak. Dengan demikian, diharapkan situasi dapat diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan gesekan yang lebih besar di kemudian hari.