Sebuah malam yang seharusnya diisi dengan ibadah salat Tarawih berubah menjadi momen mencekam di Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Pada Selasa malam (24/2/2026), kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Peranap, Kelurahan Peranap, yang menghanguskan setidaknya 13 unit toko dan kios milik warga dalam waktu singkat. Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 20.10 WIB, saat sebagian besar masyarakat berada di masjid.
Kasi Humas Polres Inhu, Aiptu Misran, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima informasi dari masyarakat setelah api mulai membumbung tinggi dari area pasar, menciptakan kepanikan di sekitar lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan saksi mata, titik api pertama kali terlihat berasal dari warung kedai lotek milik saudara Butet. “Angin kencang dan material bangunan yang mudah terbakar mempercepat penyebaran api ke bangunan-bangunan toko di sekitarnya,” ujar Misran.
Berbagai jenis bangunan menjadi korban kebakaran, mulai dari kios kebutuhan pokok hingga tempat usaha kuliner. Beberapa di antaranya adalah kios sembako milik Wita, kios Mie Ayam Bakso Bukde Ima, kios rempah milik Adang Apuk, hingga kios pangkas rambut milik Saran dan toko barang harian milik Ize serta Tanjung. “Kerugian diperkirakan sangat besar mengingat banyaknya toko emas yang ikut ludes terbakar,” tambah Misran.
Lima toko perhiasan yang terdampak serius, di antaranya Toko Emas Anugrah Baru, Harapan Baru, Bintang Harapan, Sinar Agung milik H. Safrudin, serta Toko Murni Baru, kini hanya tinggal puing dan abu. Pihak kepolisian, bersama petugas pemadam kebakaran dan warga sekitar, segera bergerak cepat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memadamkan api dan mencegah penyebarannya ke area pemukiman.
Upaya pemadaman dilakukan bahu-membahu di bawah temaram malam untuk mengendalikan api agar tidak merembet ke pemukiman padat penduduk sekitar pasar. Saat ini, garis polisi telah dipasang di sekitar lokasi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Tiga orang saksi kunci, yakni Nanda, Edo, dan Nanda Saputra, dimintai keterangan oleh petugas untuk mengungkap kronologi kejadian dan sumber awal pemicu kebakaran.
Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang terjadi di bulan Ramadan ini. Meski penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan tim Inafis dan kerugian material belum dapat dipastikan, warga diminta untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama saat meninggalkan bangunan dalam keadaan kosong.