Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis berhasil mentransformasi limbah organik menjadi budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) yang bernilai ekonomis. Maggot ini digunakan sebagai pakan ternak ayam dan dikembangkan di area Bimbingan Kemandirian Lapas Kelas IIA Bengkalis. Budidaya Maggot ini dikelola oleh Seksi Kegiatan Kerja yang dipimpin David Susilo dengan melibatkan sejumlah warga binaan dan memanfaatkan sisa makanan dari dapur Lapas sebagai media tumbuh maggot.
Kalapas Bengkalis, Priyo Tri Laksono, mengungkapkan alasan pemilihan budidaya maggot karena kemampuannya dalam mengurai sampah organik dengan cepat dan efisien. Larva maggot yang dihasilkan memiliki kandungan protein dan lemak yang baik untuk mempercepat pertumbuhan ternak ayam serta mengurangi ketergantungan ternak dari pakan pabrikan. Program ini juga memberikan manfaat bagi warga binaan dengan memberikan keterampilan teknis mengenai manajemen pengelolaan limbah dan siklus hidup serangga BSF.
Priyo Tri Laksono menekankan pentingnya pengawasan rutin terhadap proses pemilahan sampah organik hingga masa panen maggot guna memastikan kebersihan area budidaya dan kualitas larva yang dihasilkan tetap optimal. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa keterbatasan ruang sebagai warga binaan bukan menjadi penghalang untuk berinovasi demi kelestarian lingkungan. Lapas Kelas IIA Bengkalis berkomitmen dan konsisten mengembangkan unit usaha mandiri berbasis ekonomi sirkular ini sebagai bekal kemandirian bagi warga binaan di masa depan.