Pemerintah Provinsi Riau telah melaksanakan Program Swasembada Pangan Nasional sejak 2025. Program ini difokuskan pada kegiatan-kegiatan strategis seperti optimasi lahan, cetak sawah rakyat, pompanisasi, irigasi perpompaan, dan perpipaan, didukung oleh fasilitasi irigasi, benih unggul, serta pupuk bersubsidi. Sekda Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengungkapkan bahwa hingga saat ini telah terbentuk 111 Brigade Pangan yang melibatkan 1.665 petani milenial.

Syahrial Abdi menyatakan, “Pemprov Riau telah membentuk 111 Brigade Pangan dengan total 1.665 petani milenial sebagai bentuk dukungan dalam mendorong penguatan Swasembada Pangan Nasional.” Program ini tidak hanya sebagai program produksi, tetapi juga sebagai upaya regenerasi petani dan modernisasi pertanian di daerah.

Pemerintah Provinsi Riau bersama kabupaten dan kota memperkuat dukungan melalui instruksi Gubernur Riau tentang peningkatan produksi padi dan jagung melalui Gerakan Daerah Percepatan Peningkatan Luas Tambah Tanam. Gerakan ini melibatkan seluruh potensi yang ada, termasuk sinergi bersama TNI, Polri, dan pemangku kepentingan lainnya.

Dampak dari berbagai upaya tersebut mulai terlihat dengan peningkatan luas tanam, indeks pertanaman, luas panen, produksi, dan penghasilan petani. Produksi padi di Provinsi Riau pada tahun 2025 meningkat sebesar 4,51 persen. Produksi beras Riau juga tumbuh 4,51 persen, mencapai 133,19 ribu ton, memperkuat ketahanan pangan daerah serta mengurangi ketergantungan pasokan dari daerah lain.

Meskipun demikian, Provinsi Riau baru mampu mencukupi sekitar 27 persen dari total kebutuhan konsumsi beras masyarakat Riau. Syahrial Abdi mengharapkan dukungan dari Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produksi pangan lokal agar dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

Syahrial Abdi mengungkapkan, “Atas dukungan, arahan, dan perhatian dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya. Semoga sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat dalam mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.”