Tempat Hiburan Malam (THM) New Paragon KTV Pool and Cafe yang berlokasi di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kota Pekanbaru, Senin (2/2/2026) sekitar pukul 22.00 WIB, resmi disegel dan berhenti beroperasional sementara. Penyegelan dilakukan buntut video viral sejumlah puluhan waria berpesta di tempat tersebut. Video itu mematik masyarakat melakukan aksi unjuk rasa damai di depan THM yang berada di pemukiman masyarakat tersebut.

Massa dari Forum Masyarakat Riau Anti Maksiat (FORMARAM) yang melakukan aksi unjuk rasa sejak sore hingga malam. Suara takbir menggema di area lokasi unjuk rasa. Massa bertahan dan mendesak agar dilakukan penutupan THM yang dinilai meresahkan masyarakat Kota Pekanbaru. Penutupan dilakukan dengan cara mengunci seluruh pintu yang ada di bangunan New Paragon, termasuk pintu pagar yang berada di sisi Jalan Sultan Syarif Kasim.

Aksi penggembokan tersebut dilakukan setelah adanya pesan WhatsApp dari Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, yang masuk ke telepon genggam tokoh masyarakat Azlaini Agus, yang menyatakan bahwa operasional New Paragon ditutup pada malam itu. Sebelum mendapat restu dari Wali Kota Pekanbaru, massa aksi sempat berupaya menutup paksa seluruh akses masuk, baik pintu maupun pagar bangunan New Paragon.

Aksi massa sendiri dilakukan setelah mereka menyelesaikan salat Isya berjemaah di tengah Jalan Sultan Syarif Kasim, tepat di depan lokasi New Paragon KTV Pool and Cafe. Setibanya di pekarangan gedung, massa meminta seluruh aparat keamanan untuk keluar dari area tersebut, termasuk kendaraan water cannon dan mobil rantis yang sebelumnya disiagakan. Beberapa mobil dinas kemudian dikeluarkan dari lokasi. Massa aksi selanjutnya meninjau bagian dalam gedung karena masih terdapat sejumlah karyawan New Paragon di dalam.

Pintu pertama yang digembok massa adalah pintu masuk Paragon Cafe. Selanjutnya, massa bergerak ke pintu-pintu lain dan memaksa beberapa karyawan yang masih berada di dalam gedung untuk segera keluar sambil menunggu kedatangan gembok tambahan. Setelah seluruh akses masuk berhasil digembok, massa aksi mulai meninggalkan lokasi. Namun mereka mengancam akan melakukan tindakan serupa terhadap tempat hiburan malam lainnya di Kota Pekanbaru apabila dinilai melanggar norma dan aturan yang berlaku.

Koordinator aksi massa FORMARAM, Sofyan Hadi, menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Pekanbaru serta aparat keamanan karena tuntutan massa akhirnya dapat dipenuhi. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Pekanbaru dan aparat keamanan. Sehingga New Paragon dapat ditutup karena merupakan tempat maksiat,” tegas Sofyan. Ia menegaskan, aksi tersebut merupakan bentuk penolakan warga Pekanbaru, khususnya masyarakat di sekitar New Paragon, terhadap aktivitas yang dinilai telah melanggar norma agama dan adat Melayu.

Dalam aksi massa ini, turut hadir di lokasi mantan Gubernur Riau Edy Natar Nasution, Azlaini Agus, Ade Hartati, serta tokoh agama dan masyarakat.