Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, Muhammad Adi Pranoto, secara langsung menanggapi dan menjelaskan terkait kesalahpahaman dan kericuhan antrian di penyeberangan Roro Air Putih Kecamatan Bengkalis. Menurut Kadishub Muhammad Adi Pranoto, pada Sabtu, 5 April 2025, antrian di penyeberangan Roro Air Putih Bengkalis terjadi karena banyaknya masyarakat yang menuntut tiket yang sudah habis terjual secara online. Namun, pihaknya tetap menjual tiket sisa kuota booking yang tersisa secara offline sebanyak 62 tiket.
Adi menjelaskan bahwa tidak ada antrian pengguna jasa penyeberangan roda 4 maupun roda 2 yang mengular hingga ke jalan raya dari H+1 (Selasa, 1 April 2025) hingga H+5 (Sabtu, 5 April 2025). Berdasarkan pemantauan di lapangan, antrian roda 4 tidak sampai ke jalan raya, sementara antrian roda 2 hanya mencapai gerbang pintu masuk pelabuhan penyeberangan Roro Air Putih.
Menyikapi pemberitaan media tentang ratusan penumpang yang terlantar di pelabuhan penyeberangan Roro Air Putih, Adi menjelaskan bahwa berdasarkan data lapangan hanya terdapat 10 unit kendaraan roda 4 yang tidak dapat diangkut. Adi menegaskan bahwa sisa kendaraan yang tidak dapat diangkut tersebut telah menjadi prioritas untuk disebarkan pada trip pertama di hari berikutnya.
Adi juga menambahkan bahwa pada hari Kamis, 3 April 2025, terdapat 10 unit kendaraan roda 4 yang tidak dapat diangkut, dan pada hari Jumat, 4 April 2025, terdapat 15 unit kendaraan roda 4 yang mengalami hal serupa. Kendaraan roda 2 telah habis diseberangkan setiap harinya sesuai dengan kapasitas yang ada. Dengan demikian, pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis telah mengatasi kesalahpahaman dan kericuhan antrian di penyeberangan Roro Air Putih dengan tetap mengutamakan pelayanan kepada pengguna jasa penyeberangan.