Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan hari ini, Menteri Kesehatan mengumumkan penambahan kasus positif COVID-19 di Indonesia. “Saat ini kita memiliki total 500 kasus positif COVID-19 di Indonesia,” kata Menteri Kesehatan.
Penambahan kasus ini terjadi dalam kurun waktu satu minggu terakhir. Dalam rentang waktu tersebut, tercatat peningkatan yang cukup signifikan dari sebelumnya. “Ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk tetap waspada dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” tambah Menteri Kesehatan.
Kasus positif COVID-19 ini tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Beberapa daerah yang terdampak antara lain Jakarta, Surabaya, dan Bali. “Kami terus melakukan upaya untuk memutus penyebaran virus ini dan memastikan ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai,” ungkap Menteri Kesehatan.
Pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa daerah yang menjadi episentrum penyebaran COVID-19. Langkah ini diambil untuk mengurangi mobilitas masyarakat dan memutus mata rantai penularan virus. “Kami meminta kerja sama semua pihak untuk mendukung kebijakan ini demi kebaikan bersama,” ujar Menteri Kesehatan.
Meskipun demikian, masih terdapat sejumlah masyarakat yang belum mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menekan angka penyebaran COVID-19. “Kami terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar sadar akan pentingnya menjaga kesehatan,” tegas Menteri Kesehatan.
Dalam upaya pencegahan, pemerintah juga terus melakukan tracking dan tracing terhadap kontak erat dari kasus positif COVID-19. Langkah ini dilakukan untuk memutus mata rantai penularan virus dan mencegah penyebaran lebih luas. “Kami berharap dengan kerja sama semua pihak, kita dapat segera mengatasi pandemi ini,” tutup Menteri Kesehatan.