Warga TNTN di Pekanbaru menuntut pemerintah terkait edukasi dan kepastian masyarakat dalam memperjuangkan hak mereka. Koordinator Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP) Wandri Syahputra Simbolon menyampaikan penegasan tersebut menyikapi kondisi jalan yang berantakan di wilayah TNTN pada Senin (13/04/2026).

Menurut Wandri, pasca penertiban kawasan TNTN oleh Satgas PKH tahun 2025 lalu, masyarakat masih bisa beraktivitas meskipun kondisi jalan saat ini sangat berantakan. Wandri mengungkapkan bahwa akses jalan tidak dapat dilalui sepenuhnya oleh masyarakat karena kondisi jalan yang buruk.

Wandri menekankan bahwa masyarakat tidak meminta uang dari pemerintah, melainkan meminta jaminan agar mereka dapat memperbaiki jalan yang rusak. Menurutnya, jalan tersebut sudah tidak dapat diperbaiki sejak Juni tahun 2025 dan hampir setahun tidak ada perbaikan.

Dalam audensi dengan Plt Gubernur Riau SF Harianto, Pangdam XIX Tuanku Tambusai, Kapolda Riau, perwakilan Kajati, anggota Komisi III DPRD Riau Siti Aisyah, Danrem 031 Wirabima, dan PJU lainnya, Wandri menyatakan bahwa belum ada hasil yang signifikan. Masyarakat tetap meminta kepastian dari pemerintah terkait edukasi dan kepastian dalam memperjuangkan hak mereka.