Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, meninggal dunia pada Senin pagi pukul 06.58 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Mayjen TNI Ichsan Firdaus, setelah sebelumnya beredar pesan berantai yang menyatakan hal tersebut atas nama keluarga dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Jenazah Try Sutrisno akan dimandikan di RSPAD sebelum dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat. Keluarga berharap doa dari masyarakat agar almarhum diterima di sisi Allah SWT. Pesan dari keluarga menyatakan permohonan maaf atas segala kesalahan yang pernah dilakukan almarhum semasa hidupnya.
Sebagai tokoh militer dan politik yang memiliki peran strategis di masa kepresidenan Soeharto, Try Sutrisno dikenal luas dalam sejarah Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Presiden RI pada periode 1993–1998. Try Sutrisno meninggalkan jejak prestasi yang berkesan dalam sejarah bangsa.
Pemerintah dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) turut membenarkan informasi mengenai wafatnya Try Sutrisno. Masyarakat Indonesia turut berduka cita atas kepergian tokoh yang pernah menduduki posisi penting dalam pemerintahan.
Almarhum dikenal sebagai sosok yang berkomitmen dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin negara. Doa dan penghormatan terakhir disampaikan kepada Try Sutrisno sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya dalam berdinas bagi bangsa dan negara.
Peran Try Sutrisno dalam dunia politik Indonesia tidak akan terlupakan. Jejak kepemimpinannya akan tetap dikenang oleh masyarakat Indonesia. Semoga amal ibadah almarhum diterima dengan baik di sisi Allah SWT.
Try Sutrisno adalah contoh teladan bagi generasi muda dalam berjuang untuk kebaikan dan kemajuan bangsa. Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia. Semoga almarhum ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. Amin.