Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan bahwa produksi beras nasional pada tahun 2021 diprediksi akan mencapai 53 juta ton. Hal ini disampaikan oleh Menteri Syahrul dalam acara rapat koordinasi di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, pada Rabu (10/2).

“Kami optimis dapat mencapai target produksi beras sebanyak 53 juta ton pada tahun ini,” ujar Menteri Syahrul. Produksi beras yang tinggi diharapkan dapat menjaga stabilitas harga beras di pasaran dan mengurangi ketergantungan impor beras.

Produksi beras nasional pada tahun 2020 mencapai 51,8 juta ton, mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Menteri Syahrul menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan produksi beras melalui program-program yang telah diimplementasikan.

Selain itu, Menteri Syahrul juga menyampaikan bahwa pemerintah akan terus mendorong diversifikasi pangan untuk mengurangi ketergantungan pada beras. Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tantangan yang dihadapi.

“Diversifikasi pangan menjadi salah satu fokus kami untuk mengurangi ketergantungan pada beras dan menjaga ketahanan pangan nasional,” kata Menteri Syahrul. Pemerintah juga akan terus mengoptimalkan program-program yang telah ada untuk mendukung petani dalam meningkatkan produksi pangan.

Menteri Syahrul menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup bagi masyarakat. Dengan adanya upaya peningkatan produksi beras dan diversifikasi pangan, diharapkan dapat menjaga ketahanan pangan Indonesia.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait di lingkungan Kementerian Pertanian. Mereka membahas berbagai program dan kebijakan yang akan dilakukan untuk mendukung peningkatan produksi beras dan ketahanan pangan nasional.