Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah menggelar rangkaian operasi pasar murah di Kota Pekanbaru mulai Rabu (11/2/2026). Langkah ini diambil guna menjamin stabilitas harga bahan pokok dan menekan laju inflasi menjelang perayaan Imlek 2026. Kegiatan hari pertama dilaksanakan di depan SMP Negeri 30, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai.

Direktur PT Riau Pangan Bertuah Ade Putra Daulay menjelaskan bahwa program ini merupakan instruksi langsung dari Plt Gubernur Riau SF Hariyanto. Fokus utama pemerintah adalah menjaga ketersediaan pasokan pangan di tengah masyarakat, terutama saat memasuki periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). “Prinsipnya, jika pasokan di pasar melimpah, harga akan tetap stabil. Inilah tujuan utama kami melakukan intervensi melalui operasi pasar murah ini,” ujar Ade di Pekanbaru, Rabu siang.

Ia juga menekankan bahwa intensitas kegiatan serupa akan terus ditingkatkan hingga menjelang Ramadan dan Idul Fitri mendatang untuk mengantisipasi lonjakan permintaan warga. Dalam pelaksanaan di lapangan, sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir menjadi komoditas yang paling banyak diburu warga. Untuk memastikan distribusi yang merata, panitia menerapkan sistem pembatasan pembelian.

Daftar harga komoditas yang ditawarkan dalam operasi pasar ini antara lain, Beras SPHP (5 kg) Rp 60.000, Beras Anak Daro/Sokan (10 kg) Rp 162.000, Minyak Goreng Minyakita (1 liter) Rp15.500, Gula Pasir (1 kg) Rp 17.000, Tepung Tapioka (1 bungkus) Rp 8.000. Pemerintah juga mewaspadai kenaikan harga cabai merah dan bawang merah yang kerap menyumbang inflasi tinggi.

Mengingat cuaca ekstrem dan bencana alam yang melanda daerah pemasok utama di Sumatera Barat dan Sumatera Utara, TPID Riau telah berkoordinasi dengan sentra produksi di Pulau Jawa. Saat ini, pasokan cabai merah didatangkan dari Jawa Tengah, sedangkan bawang merah dipasok langsung dari Brebes. Harga untuk komoditas hortikultura ini akan terus disesuaikan setiap hari mengikuti dinamika pasar dan harga di tingkat petani.

Setiap lokasi pasar murah dipasok dengan kuota yang cukup, termasuk 500 kilogram beras SPHP, 600 liter minyak goreng, dan 200 kilogram gula pasir. Warga yang hendak berbelanja diharapkan datang mulai pukul 08.00 WIB dengan membawa tas belanja sendiri untuk mendukung pengurangan sampah plastik.