Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru mencatat lonjakan signifikan kasus kebakaran pada awal tahun 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap kondisi instalasi listrik di bangunan tempat tinggal. Berdasarkan data DPKP Pekanbaru, terdapat 41 peristiwa kebakaran yang terjadi sepanjang Januari hingga akhir Februari 2026. Angka ini meningkat tajam dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencatatkan 25 kejadian.
Kepala DPKP Kota Pekanbaru Zarman Candra mengungkapkan bahwa mayoritas objek yang terbakar dalam dua bulan terakhir adalah bangunan. Insiden tersebut juga telah menelan korban jiwa. “Akibat serangkaian kejadian ini, dua korban meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka,” ujar Zarman Candra di Pekanbaru.
Hasil investigasi tim di lapangan menunjukkan bahwa arus pendek atau korsleting listrik menjadi pemicu utama kebakaran bangunan. Zarman mengingatkan warga untuk lebih teliti sebelum meninggalkan hunian. Ia menekankan pentingnya mencabut seluruh peralatan elektronik yang tidak digunakan. Selain faktor kelistrikan, warga juga diminta untuk, melakukan pemeriksaan rutin pada instalasi listrik bangunan, tidak melakukan aktivitas pembakaran sampah di area permukiman secara sembarangan, menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) secara mandiri di rumah sebagai langkah antisipasi awal.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar risiko kebakaran dapat diminimalisasi,” tambahnya. (Bil)