Tim Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tembilahan menggelar kegiatan edukasi di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Tunas Harapan (MA PPTH), pada Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya kesiapan usia dan mental sebelum memasuki jenjang pernikahan. Acara dibuka oleh Kepala KUA Kecamatan Tembilahan, H. Rasyidi, yang menekankan pentingnya fokus remaja pada pendidikan dan pengembangan diri sebagai bekal masa depan.

Dalam sambutannya, H. Rasyidi juga menyerahkan secara simbolis bantuan Al-Qur’an Wakaf kepada pihak sekolah sebagai dukungan terhadap literasi keagamaan. “Melalui program BRUS ini, kami ingin membentengi generasi muda dari risiko pernikahan dini. Semoga Al-Qur’an wakaf ini membantu siswa semakin dekat dengan firman Allah dan memiliki pedoman moral yang kuat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar H. Rasyidi.

Penyuluh Agama Islam, Asis, memandu sesi inti dengan memaparkan materi mengenai dinamika remaja dan dampak pernikahan di usia sekolah. Dengan gaya penyampaian interaktif, Asis menekankan bahwa pernikahan merupakan tanggung jawab besar yang memerlukan kesiapan fisik, mental, dan ekonomi. “Remaja adalah masa emas untuk mengukir prestasi. Pernikahan bukan sekadar penyatuan cinta, tapi tanggung jawab besar. Jangan sampai masa depan terhambat karena keputusan yang terburu-buru,” tegas Asis.

Kegiatan berlangsung tertib berkat dukungan tim teknis KUA Tembilahan. Fitriani bertugas sebagai operator sistem, Muhammad Ihsan Kamil Shadik mengoordinir perlengkapan, dan Sy. Hapidah memastikan seluruh momen terdokumentasi dan terpublikasi dengan baik. Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Muhammad Khairin.

Pihak MA PPTH Tunas Harapan menyambut baik inisiatif ini dan berharap sinergi dengan KUA Tembilahan dapat terus berlanjut untuk mencetak generasi muda yang cerdas, berkualitas, dan siap menghadapi masa depan.