Pada hari Jumat (12/11), Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengumumkan rencana pembangunan transportasi gantung di kawasan Puncak, Bogor. Rencana ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan di jalur menuju Puncak yang kerap terjadi saat akhir pekan. “Transportasi gantung ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah kemacetan yang selama ini menjadi persoalan utama para wisatawan yang ingin menuju Puncak,” ujar Anies.
Proyek transportasi gantung ini direncanakan akan mulai dibangun pada tahun 2022. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap dengan tahap pertama mencakup pembangunan jalur sepanjang 5 kilometer dari kawasan Sentul City menuju kawasan Puncak. “Kami berharap dengan adanya transportasi gantung ini, para wisatawan dapat lebih nyaman dan lancar dalam perjalanan mereka menuju Puncak,” tambah Anies.
Pembangunan transportasi gantung ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya tarik pariwisata di kawasan Puncak. Dengan akses transportasi yang lebih mudah dan lancar, diharapkan akan semakin banyak wisatawan yang berkunjung dan menghabiskan waktu di Puncak. “Kami ingin menjadikan Puncak sebagai destinasi wisata unggulan yang dapat menarik minat wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri,” ujar Anies.
Selain itu, proyek transportasi gantung ini juga diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar. Dengan peningkatan kunjungan wisatawan, diharapkan akan terjadi peningkatan pendapatan bagi para pelaku usaha di sekitar kawasan Puncak. “Kami berharap proyek ini tidak hanya bermanfaat bagi para wisatawan, tetapi juga bagi masyarakat sekitar yang dapat merasakan dampak positifnya,” kata Anies.
Namun, rencana pembangunan transportasi gantung ini juga menuai pro kontra dari sejumlah pihak. Beberapa pihak menyatakan kekhawatiran terkait dampak lingkungan yang mungkin ditimbulkan oleh pembangunan proyek ini. Menurut mereka, pembangunan transportasi gantung dapat berdampak negatif terhadap ekosistem hutan di sekitar kawasan Puncak. “Kami akan terus melakukan kajian dan pemantauan untuk memastikan bahwa proyek ini tidak merusak lingkungan sekitar,” jelas Anies.