SMPN 1 Tanah Merah kecamatan Tanah Merah berhasil melaksanakan panen perdana program ketahanan pangan sekolah pada hari pertama masuk sekolah setelah libur akhir Ramadhan dan Idulfitri 1447 Hijriah, Senin, (30/03/2026). Kegiatan ini menjadi bukti nyata keberhasilan pembelajaran berbasis praktik yang melibatkan langsung siswa dalam budidaya tanaman.
Panen perdana meliputi berbagai jenis sayuran seperti selada, bayam, dan seledri yang telah ditanam dan dirawat oleh siswa sejak tahap penyemaian hingga panen. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga pengalaman langsung dalam bercocok tanam, sekaligus menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Korwil Kecamatan Tanah Merah, Susi Tri Rahayu, yang juga bertugas sebagai pengawas sekolah. HM. Syamsi Spd, menyampaikan bahwa panen ini merupakan hasil awal dari program ketahanan pangan yang dikembangkan sekolah dengan memanfaatkan potensi lingkungan sekitar.
Pemanfaatan limbah organik seperti pelepah nipah, sabut kelapa, arang, dan cangkang telur sebagai media tanam terbukti mampu meningkatkan kesuburan media tanam sekaligus mengurangi limbah yang selama ini kurang dimanfaatkan. Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada pembentukan kesadaran lingkungan dan kreativitas siswa dalam mengolah sumber daya lokal.
Korwil Kecamatan Tanah Merah memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut dan menilai program ini sangat inovatif serta memiliki dampak positif tidak hanya bagi sekolah tetapi juga bagi masyarakat, khususnya dalam pemanfaatan limbah organik yang selama ini sering terabaikan.
Selain sayuran, sekolah juga mengembangkan budidaya tanaman cabai. Namun hingga saat ini, tanaman cabai masih dalam tahap pertumbuhan dan sebagian telah memasuki fase generatif atau pembungaan. Dengan masa tanam sekitar 70 hingga 90 hari, panen cabai diperkirakan akan dilakukan dalam beberapa waktu ke depan.
Program ketahanan pangan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam memanfaatkan lahan terbatas dan limbah rumah tangga sebagai media tanam yang produktif. Dari kegiatan sederhana ini, tumbuh semangat kemandirian serta kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Lebih dari sekadar panen, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran kehidupan bagi siswa. Mereka belajar bahwa setiap hasil membutuhkan proses, kerja keras, dan kesabaran. Apa yang ditanam hari ini, itulah yang akan dipanen di masa depan.