Pemerintah Provinsi Riau melepas keberangkatan ratusan pemudik dalam program mudik gratis yang diinisiasi oleh PTPN IV Regional 3 di Pekanbaru, Selasa (17/3/2026). Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menyatakan bahwa esensi mudik bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum krusial untuk mempererat silaturahmi. Ia mengapresiasi langkah BUMN yang konsisten membantu masyarakat di Bumi Lancang Kuning selama sembilan tahun terakhir.
Syahrial Abdi mengucapkan terima kasih kepada PTPN IV Regional 3 yang telah menyelenggarakan program ini secara berkelanjutan. Langkah ini sangat membantu meringankan beban masyarakat. Guna mengantisipasi kemacetan di jalur lintas Sumatera, pemerintah telah menetapkan skema kerja fleksibel atau Work From Anywhere (WFA) yang dikombinasikan dengan cuti bersama.
Pemprov Riau memberikan perhatian pada keamanan lingkungan dengan melakukan koordinasi intensif dengan Polda Riau untuk meningkatkan patroli di kawasan rumah kosong. Warga yang berangkat diimbau untuk memastikan instalasi listrik padam dan pintu terkunci ganda. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan selama perjalanan dan saat mereka berlebaran.
Sebanyak 13 unit bus yang diberangkatkan dipastikan telah melewati uji kelayakan jalan (ramp check) yang ketat. Syahrial Abdi menjamin fasilitas kendaraan serta kompetensi pengemudi telah memenuhi standar keselamatan untuk mengangkut keluarga dan anak-anak. Region Head PTPN IV Regional 3, Bambang Budi Santoso, menjelaskan bahwa tahun ini pihaknya memberangkatkan total 520 peserta, belum termasuk anak-anak kecil yang masih dipangku selama perjalanan.
Bambang Budi Santoso menyatakan bahwa dari 13 bus yang tersedia, 10 unit menuju Medan, dua unit ke Padang Sidempuan, dan satu unit ke arah Sumatera Barat. Secara korporasi, PTPN IV PalmCo memberangkatkan sekitar 1.000 pemudik dengan total 25 bus di berbagai wilayah, dengan porsi terbesar dialokasikan untuk wilayah Riau. Program ini telah memfasilitasi lebih dari 5.000 pemudik sejak dimulai pada 2018.
Bambang Budi Santoso berharap kontribusi ini dapat membantu menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab sosial BUMN terhadap warga di wilayah operasional perusahaan. Selain memfasilitasi transportasi, pemerintah daerah juga menyiagakan pengamanan khusus bagi pemukiman yang ditinggal warga ke kampung halaman.