Pemerintah Kota Surabaya telah mengumumkan rencana penutupan taman bermain selama libur panjang akhir tahun ini. Kepala Dinas Pariwisata Surabaya, Bambang Widjojanto, menyatakan bahwa keputusan ini diambil sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 yang masih terus meningkat. “Kami harus mengambil langkah yang tegas untuk memastikan keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Penutupan taman bermain ini akan berlangsung mulai tanggal 24 Desember hingga 3 Januari mendatang. Keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi dari tim ahli kesehatan yang menunjukkan bahwa kerumunan di tempat-tempat rekreasi dapat menjadi klaster penularan virus yang sangat potensial. “Kami sudah mempersiapkan langkah-langkah pengamanan untuk memastikan kepatuhan terhadap kebijakan ini,” tambah Bambang.
Selain penutupan taman bermain, Pemerintah Kota Surabaya juga akan memperketat pengawasan di tempat-tempat wisata dan mal selama libur panjang nanti. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Surabaya, I Made Mandra, mengungkapkan bahwa petugas akan dikerahkan untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan ketat. “Kami akan melakukan razia dan memantau setiap tempat keramaian untuk mencegah terjadinya kerumunan,” kata I Made.
Meskipun penutupan taman bermain dan pengawasan ketat di tempat-tempat wisata, Pemerintah Kota Surabaya tetap mengizinkan restoran dan pusat perbelanjaan untuk buka selama libur panjang. Namun, kapasitas pengunjung akan dibatasi dan protokol kesehatan harus tetap diterapkan. “Kami berharap masyarakat dapat mematuhi aturan yang telah ditetapkan demi kebaikan bersama,” ujar Bambang.
Sejumlah warga Surabaya pun menyambut baik keputusan pemerintah untuk menutup taman bermain selama libur panjang. Menurut mereka, langkah ini sangat penting untuk mencegah penyebaran virus yang semakin meluas. “Kesehatan kita semua harus menjadi prioritas utama. Saya setuju dengan kebijakan ini,” ungkap Ani, salah seorang warga Surabaya.
Namun, tidak sedikit pula yang menyayangkan keputusan tersebut karena terpaksa merencanakan liburan ke tempat lain. “Saya sebenarnya sudah berencana membawa anak-anak ke taman bermain selama libur panjang. Tapi ya sudah, kita harus patuh pada aturan yang ada,” ujar Dika, seorang warga Surabaya.
Dengan adanya penutupan taman bermain selama libur panjang akhir tahun ini, diharapkan dapat mengurangi risiko penularan virus Covid-19 di Surabaya. Pemerintah Kota Surabaya juga terus mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan agar dapat memutus mata rantai penyebaran virus. “Kami akan terus melakukan monitoring dan evaluasi untuk mengambil langkah-langkah yang tepat demi keselamatan bersama,” tutup Bambang.