Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Provinsi Riau memperkuat layanan penanganan stroke melalui integrasi teknologi medis mutakhir dan tim dokter spesialis. Langkah ini diambil guna menekan angka kematian dan kecacatan akibat penyakit pembuluh darah otak yang menjadi prioritas kesehatan nasional.

Sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama, RSUD Arifin Achmad kini mengoperasikan tiga unit cathlab (laboratorium kateterisasi). Fasilitas ini didukung oleh dua dokter spesialis neurointervensi dan satu dokter spesialis bedah saraf vaskular untuk mempercepat tindakan medis pada pasien dalam masa kritis.

Dokter Spesialis Saraf Divisi Pembuluh Darah dan Neurointervensi RSUD Arifin Achmad dr Daril Al Rasyid SpN FINA menjelaskan, stroke merupakan defisit neurologis akut yang disebabkan gangguan pembuluh darah otak. Menurutnya, urgensi penanganan terletak pada kecepatan waktu.

“Dunia mencatat satu dari empat orang berisiko mengalami stroke. Ini menjadi penyebab kecacatan nomor satu dan kematian nomor dua secara global,” ujar Daril di Pekanbaru.

Untuk mengoptimalkan penyelamatan sel otak, IGD RSUD Arifin Achmad telah menerapkan protokol Code Stroke. Sistem ini diberlakukan khusus bagi pasien yang tiba kurang dari 4,5 jam setelah serangan. Melalui jalur prioritas ini, seluruh proses medis diupayakan selesai dalam waktu kurang dari satu jam sejak pasien tiba.

Daril memaparkan, metode pengobatan disesuaikan dengan jendela waktu kedatangan pasien, di bawah 4,5 jam dengan tindakan Intravena (Iv) Trombolisis atau penyuntikan obat penghancur bekuan darah. 6–12 jam dengan tindakan Intra Arterial (IA) Trombolisis melalui proses kateterisasi di cathlab. Hingga 24 jam dengan Prosedur Mechanical Thrombectomy (MT) untuk mengangkat gumpalan darah secara mekanis.

Bagi kasus stroke hemoragik atau pecah pembuluh darah, rumah sakit juga mampu melakukan tindakan clipping aneurisma menggunakan klip logam, maupun coiling aneurisma untuk menyumbat titik perdarahan melalui bantuan alat cathlab.

Selain tindakan darurat, RSUD Arifin Achmad melengkapi fasilitasnya dengan alat Transcranial Doppler (TCD) dan USG Karotis. Teknologi ini berfungsi mendeteksi kelainan pembuluh darah serta penyempitan akibat plak sebelum serangan stroke terjadi.

“Layanan ini akan dikembangkan ke arah Medical Check Up (MCU) khusus stroke agar masyarakat bisa melakukan pencegahan lebih dini,” tambah Daril.

Atas konsistensi kualitas layanan tersebut, RSUD Arifin Achmad berhasil meraih penghargaan status Gold dan Platinum dari World Stroke Organization (WSO) Angel Award. Penghargaan berskala internasional ini diberikan kepada rumah sakit yang dinilai memiliki standar pelayanan stroke yang mumpuni.