Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Batam mengeluarkan protes terhadap pemberitaan majalah Tempo yang menyebut partai tersebut sebagai “partai komersial yang akan diperjualbelikan”. Pernyataan itu dinilai sebagai bentuk framing yang tendensius dan berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi politik.

Ketua Fraksi NasDem DPRD Kota Batam, Rival Pribadi, menyatakan narasi yang dibangun dalam pemberitaan tersebut tidak sekadar kritik, melainkan mengarah pada upaya mendiskreditkan partai secara sistematis. “Pemberitaan yang disajikan oleh majalah Tempo yang menyebut Partai NasDem sebagai ‘partai komersial yang akan diperjualbelikan’ adalah bentuk framing yang tidak hanya tendensius, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan demokrasi,” kata Rival dalam keterangan tertulis, Selasa.

Ia menilai tuduhan tersebut merupakan pernyataan serius yang tidak seharusnya disampaikan tanpa dasar yang jelas. Menurut dia, jika tidak disertai bukti dan verifikasi yang memadai, pemberitaan semacam itu berpotensi menyesatkan publik. “Tuduhan bahwa partai politik dapat ‘dijual’ adalah pernyataan serius yang tidak bisa dilempar ke ruang publik tanpa dasar yang kuat, bukti yang terang, dan pertanggungjawaban yang jelas. Jika tidak, maka ini bukan lagi jurnalisme, melainkan agitasi yang dibungkus dengan kemasan media,” ujarnya.

Rival mempertanyakan dasar informasi yang digunakan dalam laporan tersebut, termasuk proses verifikasi dan keberimbangan yang menjadi prinsip dasar jurnalistik. “Kami mempertanyakan secara terbuka: Di mana bukti konkret dari tuduhan tersebut? Siapa yang bertanggung jawab atas validitas informasi ini? Apakah prinsip verifikasi dan keberimbangan telah dijalankan secara utuh?” katanya.

Ia menilai, tanpa kejelasan atas pertanyaan tersebut, publik berhak menilai pemberitaan itu sebagai bentuk pembunuhan karakter terhadap Partai NasDem. “Jika tidak ada jawaban yang jelas, maka publik berhak menilai bahwa ini adalah bentuk pembunuhan karakter (character assassination) terhadap Partai NasDem,” ujar dia.

Menurut Rival, media semestinya menjalankan fungsi sebagai pilar demokrasi dengan menjaga akal sehat publik, bukan justru memperkuat kecurigaan. “Sebagai bagian dari pilar demokrasi, media seharusnya menjadi penjaga akal sehat publik, bukan justru menjadi produsen kecurigaan dan ketidakpercayaan. Apa yang dilakukan oleh Tempo dalam hal ini patut diduga telah melampaui batas etika jurnalistik,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan partainya tidak menutup diri terhadap kritik. Namun, ia menolak narasi yang dinilai tidak berbasis fakta. “Kami tidak anti kritik. Kami terbuka terhadap evaluasi. Namun kami menolak dengan tegas segala bentuk narasi liar yang tidak berbasis fakta dan hanya bertujuan membangun persepsi negatif,” ujarnya.

Ia juga menegaskan posisi Partai NasDem sebagai institusi politik yang berdiri atas ideologi dan komitmen kebangsaan. “Kami menegaskan: Partai NasDem bukan komoditas. Partai NasDem adalah institusi politik yang berdiri di atas ideologi, komitmen kebangsaan, dan perjuangan demokrasi,” kata Rival.

Dalam pernyataannya, Fraksi NasDem DPRD Batam menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Tempo, yakni klarifikasi terbuka, pertanggungjawaban redaksional, serta penghentian praktik jurnalisme yang dinilai mengedepankan sensasi. “Jika hal ini diabaikan, maka kami tidak akan ragu untuk menempuh langkah-langkah yang diperlukan demi menjaga kehormatan institusi dan kepercayaan publik yang telah kami bangun,” ujarnya.

Ia menutup pernyataan tersebut dengan menegaskan bahwa persoalan ini bukan semata soal nama baik partai, melainkan menyangkut kualitas demokrasi. “Ini bukan sekadar soal nama baik partai. Ini adalah soal menjaga marwah demokrasi dari distorsi informasi. Kami tidak akan diam,” kata Rival.