Aksi demonstrasi mahasiswa di depan kampus Universitas Nasional Jakarta pada hari Kamis (12/11) berakhir ricuh setelah terjadi bentrokan antara mahasiswa dan aparat keamanan. Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta berkumpul untuk menyuarakan tuntutan mereka terkait kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan rakyat.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut pemerintah untuk membatalkan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang dinilai merugikan buruh dan menguntungkan pengusaha. Mereka juga menuntut agar pemerintah memberikan jaminan kesehatan gratis bagi seluruh rakyat Indonesia selama pandemi Covid-19.

Koordinator aksi, Ahmad, mengatakan bahwa mahasiswa tidak akan mundur meskipun terjadi bentrokan dengan aparat keamanan. Mereka akan terus berjuang untuk menyuarakan aspirasi rakyat dan menuntut keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Bentrokan antara mahasiswa dan aparat keamanan terjadi ketika massa mahasiswa mencoba mendekati gedung DPR RI untuk menyampaikan surat tuntutan kepada para anggota DPR. Aparat keamanan mencoba menghalau massa dengan menggunakan gas air mata dan meriam air.

Sementara itu, Kapolres Jakarta Pusat, Bambang, mengatakan bahwa pihak kepolisian telah berusaha untuk mengendalikan situasi agar aksi demo berjalan dengan damai. Namun, massa mahasiswa terus melakukan provokasi sehingga terjadi bentrokan yang tidak diinginkan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan resmi mengenai korban dalam bentrokan tersebut. Namun, beberapa mahasiswa dilaporkan mengalami luka ringan akibat bentrokan dengan aparat keamanan.

Pihak kepolisian menyatakan akan melakukan investigasi terkait insiden tersebut dan akan menindak tegas siapa saja yang terlibat dalam kerusuhan. Mereka juga mengimbau agar mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi secara damai tanpa merugikan pihak lain.

Aksi demo mahasiswa di depan kampus Universitas Nasional Jakarta ini menjadi sorotan publik karena dinilai sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro-rakyat. Mahasiswa tetap bersikukuh dalam tuntutannya dan siap untuk terus berjuang demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.