Pemerintah Provinsi Riau terus melanjutkan kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menciptakan hujan buatan. Baru-baru ini, Pemerintah Provinsi Riau menerima tambahan berupa 15 ton garam untuk disemai di langit wilayah Provinsi Riau.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, M Edy Afrizal, melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur menyatakan bahwa awalnya mereka menerima bantuan garam semai sebanyak 8,5 ton dari BNPB. Namun, baru-baru ini mereka menerima tambahan sebanyak 15 ton.

OMC saat ini masih dilakukan di daerah pesisir Riau. Pada hari Ahad (22/2/2026), kegiatan OMC dilakukan di wilayah Kabupaten Siak dengan penyebaran 1 ton garam dalam satu sortie kegiatan.

Menurut Jim Gafur, kegiatan OMC masih difokuskan di daerah pesisir Riau yang mengalami penurunan curah hujan dan memiliki banyak lahan gambut. Sementara itu, telah terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di 11 kabupaten/kota di Riau pada awal tahun ini dengan total luasan 1.041,74 Hektare.

Rincian luasan Karhutla di beberapa daerah adalah Kota Dumai 30,52 Ha, Bengkalis 201,01 Ha, Kepulauan Meranti 13,40 Ha, Siak 63,53 Ha, Pekanbaru 14,08 Ha, Kampar 29,50 Ha, Pelalawan 612,30 Ha, Inhu 1,20 Ha, Inhil 64,70 Ha, Rohil 10 Ha, dan Kuansing 1,50 Ha. Terdapat 1.849 hotspot atau titik panas dengan 128 fire spot atau titik api.

Meskipun demikian, Karhutla yang terjadi di beberapa wilayah tersebut sudah berhasil ditangani oleh tim gabungan. Jim Gafur menyatakan bahwa laporan dari masing-masing daerah Karhutla sudah dapat ditangani dan hujan juga mulai turun cukup rata di Riau dalam beberapa hari terakhir.