Pada hari Minggu, 20 Juni 2021, seorang petani di desa Tegalrejo, Klaten, Jawa Tengah, menemukan sebuah artefak bersejarah yang diduga berasal dari zaman Majapahit. Artefak tersebut ditemukan saat petani tersebut sedang menggali tanah untuk menanam padi di sawah miliknya.

Berita ini disambut antusias oleh warga sekitar yang kemudian melakukan penelitian lebih lanjut bersama tim arkeolog dari Universitas Gajah Mada. Menurut Kepala Desa Tegalrejo, artefak tersebut memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi dan dapat menjadi bukti keberadaan peradaban Majapahit di daerah tersebut.

Menurut penelitian awal, artefak tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-14 hingga ke-15 Masehi. Artefak tersebut terbuat dari bahan logam dan memiliki ukiran yang sangat halus, menunjukkan keahlian tinggi dari pembuatnya.

Dalam wawancara dengan salah seorang arkeolog, Dr. Budi, ia menyatakan bahwa penemuan artefak ini sangat penting untuk memahami lebih lanjut sejarah Majapahit dan peradaban Nusantara pada masa lampau. Dr. Budi juga menegaskan pentingnya perlindungan terhadap artefak bersejarah ini agar dapat dilestarikan dan dipelajari oleh generasi mendatang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Klaten menyatakan bahwa penemuan artefak ini dapat menjadi potensi wisata sejarah baru di daerah tersebut. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan juga menjadi sarana edukasi mengenai sejarah bangsa Indonesia.

Hingga saat ini, penelitian lebih lanjut terus dilakukan oleh tim arkeolog untuk mengungkap lebih lanjut asal-usul artefak tersebut dan memastikan keaslian serta nilai sejarahnya. Warga desa Tegalrejo pun turut berpartisipasi dalam proses penelitian tersebut, menunjukkan kepedulian mereka terhadap warisan budaya dan sejarah yang ada di desa mereka.

Diharapkan, penemuan artefak bersejarah ini dapat membuka wawasan baru mengenai peradaban Majapahit dan memperkaya pengetahuan sejarah bangsa Indonesia. Selain itu, diharapkan pula penemuan ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih mencintai dan melestarikan warisan budaya dan sejarah nenek moyang.