Penyanyi terkenal Taylor Swift baru-baru ini mengumumkan bahwa dia akan merilis album barunya yang berjudul “Red (Taylor’s Version)” pada bulan November mendatang. Album ini merupakan bagian dari proyek re-recordings yang dilakukan oleh Swift untuk mengambil kembali kendali atas katalog musiknya.
Taylor Swift, yang sebelumnya telah merilis album re-recorded dari album-album sebelumnya seperti “Fearless” dan “1989”, mengatakan bahwa dia sangat antusias untuk berbagi versi baru dari album “Red”. Dia juga menambahkan bahwa proses re-recording ini adalah cara baginya untuk menunjukkan kreativitasnya dan menghormati karya-karyanya yang lama.
“Red (Taylor’s Version)” akan berisi lagu-lagu dari album asli “Red” yang dirilis pada tahun 2012, termasuk hits seperti “I Knew You Were Trouble” dan “We Are Never Ever Getting Back Together”. Swift juga akan menambahkan beberapa lagu bonus dan materi tambahan ke dalam album ini.
Album “Red (Taylor’s Version)” dijadwalkan akan dirilis pada tanggal 19 November 2021. Para penggemar Taylor Swift di seluruh dunia sudah mulai menantikan kedatangan album ini dan berspekulasi tentang lagu-lagu apa saja yang akan diikutsertakan di dalamnya.
Sejak Taylor Swift mengumumkan proyek re-recordings, dia telah mendapat dukungan besar dari para penggemar dan rekan-rekan sejawatnya di industri musik. Banyak yang menganggap langkah ini sebagai bentuk perlawanan terhadap praktik bisnis yang tidak adil di industri musik.
Taylor Swift sendiri telah lama berjuang untuk mendapatkan kembali kepemilikan atas katalog musiknya setelah hak-haknya dijual tanpa seizinnya. Dengan merilis ulang album-albumnya, dia ingin menunjukkan bahwa dia memiliki kontrol penuh atas karya-karyanya dan mempertahankan hak-haknya sebagai pencipta lagu.
Para penggemar Taylor Swift sangat bersemangat untuk mendengarkan album “Red (Taylor’s Version)” dan melihat bagaimana interpretasi baru dari lagu-lagu favorit mereka. Mereka yakin bahwa Taylor Swift akan memberikan sentuhan yang fresh dan personal dalam versi baru album ini.
Dengan rilisnya album “Red (Taylor’s Version)”, Taylor Swift juga diharapkan akan menginspirasi para musisi lain untuk mengambil kembali kendali atas karya-karya mereka sendiri. Langkah ini dianggap sebagai langkah revolusioner dalam industri musik yang bisa membuka jalan bagi praktek bisnis yang lebih adil dan berkelanjutan.