PT Bumi Siak Pusako (BSP) sedang mencari mitra strategis untuk memenuhi komitmen investasi senilai sekitar 130 juta dolar AS atau lebih dari Rp2 triliun, sesuai dengan arahan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. General Manager dan Pelaksana Tugas Direktur PT BSP, Raihan, menyatakan bahwa realisasi investasi saat ini baru mencapai sekitar 20 persen, sehingga diperlukan tambahan pembiayaan sekitar 100 juta dolar AS.

Dalam kondisi keterbatasan likuiditas perusahaan, penambahan modal dari pemerintah daerah sebagai pemegang saham dianggap sulit. Oleh karena itu, BSP memilih untuk mencari kerja sama dengan pihak ketiga tanpa mengurangi kepemilikan saham daerah. “Kami menawarkan kerja sama pada program, bukan pada saham. Kepemilikan tetap berada pada pemerintah daerah,” ujar Raihan.

Skema kemitraan ini akan difokuskan pada pengembangan tujuh sumur eksplorasi, di mana mitra akan bertanggung jawab atas pembiayaan dan risiko kegiatan pengeboran. Bagi mitra yang berhasil, hasil produksi akan dibagi sesuai kesepakatan, namun jika gagal, risiko kerugian sepenuhnya menjadi tanggung jawab mitra.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemenuhan komitmen investasi serta menjaga stabilitas keuangan perusahaan tanpa memberatkan anggaran daerah. “Strategi ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan operasional dan meningkatkan kinerja perusahaan di tengah keterbatasan pendanaan,” tambah Raihan.