Putaran kedua Liga 2 Championship musim 2025/2026 telah berakhir, dengan Garudayaksa FC memimpin di puncak Grup Barat. Meskipun demikian, posisi juara wilayah pada fase ini belum menjamin tiket promosi ke Liga Super 2026/2027. Kompetisi Liga 2 musim ini menggunakan format tiga putaran, di mana tiket promosi otomatis hanya akan diberikan kepada tim yang finis di posisi pertama masing-masing wilayah setelah putaran ketiga berakhir.

Tim peringkat kedua dari Grup Timur dan Barat harus mengikuti playoff untuk memperebutkan satu tiket promosi tersisa. Setelah melalui 18 pertandingan hingga akhir putaran kedua, putaran ketiga dijadwalkan dimulai setelah 31 Januari 2026, dengan setiap tim akan memainkan sembilan laga tambahan. Jadwal pertandingan akan ditentukan melalui mekanisme drawing berdasarkan posisi klasemen akhir putaran kedua.

Di Grup Barat, PSPS Pekanbaru menutup putaran kedua di peringkat kedelapan dengan koleksi 21 poin dari lima kemenangan, enam hasil imbang, dan tujuh kekalahan. Sekretaris PSPS Pekanbaru, M Teza Taufik, mengungkapkan bahwa posisi tersebut masih relatif aman dari ancaman degradasi langsung. Namun, PSPS akan menghadapi tantangan berat pada putaran ketiga, terutama karena akan menjalani lebih banyak pertandingan tandang.

Menurut Teza, fokus saat ini tertuju pada proses drawing, yang dapat sangat menentukan perjalanan tim di putaran ketiga. Baik dalam perburuan tiket promosi maupun dalam usaha menghindari jeratan degradasi, nasib klub-klub Liga 2 akan banyak ditentukan dari meja undian tersebut. Semua hasil undian dinilai akan berpengaruh besar bagi perjalanan tim ke depan.