Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, kembali meraih penghargaan Green Leadership PROPER dalam ajang Anugerah Lingkungan PROPER 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Penghargaan ini menjadi yang ketiga kalinya diraih, menegaskan konsistensi kepemimpinannya dalam mendorong transformasi hijau di lingkungan PLN.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, yang mengapresiasi para pemimpin perusahaan atas kontribusinya dalam praktik bisnis berkelanjutan.
Hanif menyatakan, “Kepada teman-teman pimpinan perusahaan, CEO, kami ucapkan terima kasih yang luar biasa. Ini bagian dari kepatuhan yang Bapak dan Ibu lakukan dan berkontribusi serius dalam membangun efisiensi sumber daya, pencegahan pencemaran, hingga kegiatan yang membangun ekonomi masyarakat secara langsung maupun tidak langsung.”
Menurut Hanif, PROPER berperan sebagai kompas dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan dengan prinsip ekonomi hijau, serta mendorong kinerja industri untuk melampaui standar kepatuhan terhadap peraturan lingkungan hidup.
Darmawan Prasodjo, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada perseroan. Ia menegaskan bahwa PLN terus mempercepat transisi energi bersih melalui pengembangan energi baru terbarukan, penurunan emisi, serta pengolahan limbah bernilai ekonomi.
Darmawan menjelaskan, “Terima kasih kami sampaikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup atas penghargaan yang diberikan. Bagi PLN, PROPER bukan sekadar kepatuhan, melainkan akselerasi transformasi. Komitmen kami adalah menyediakan listrik yang andal serta memberi nilai bagi lingkungan dan kesejahteraan.”
PLN terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), mempercepat target Net Zero Emissions 2060, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas program pemberdayaan masyarakat.
Sebagai salah satu inisiatif dekarbonisasi, PLN telah mengembangkan hidrogen dengan mengoperasikan Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di Indonesia di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Karang, Jakarta. Fasilitas ini berlokasi di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Jawa Barat, pada tahun 2024.