Lonjakan drastis jumlah titik panas (hotspot) kembali melanda Pulau Sumatera. Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Provinsi Riau menjadi wilayah penyumbang titik panas terbanyak dengan total 335 titik pada Kamis (26/3/2026).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru Ranti Kurniati memaparkan bahwa total titik panas yang terdeteksi di seluruh daratan Sumatera mencapai 665 titik. Angka ini menunjukkan bahwa lebih dari separuh sebaran api di Sumatera terkonsentrasi di wilayah Riau.
“Total hotspot di Sumatera hari ini terpantau sebanyak 665 titik,” kata Ranti dalam keterangan tertulisnya.
Secara akumulatif, sebaran titik panas di provinsi lain di Sumatera meliputi Kepulauan Riau sebanyak 114 titik, Aceh 56 titik, Sumatera Utara 48 titik, serta Sumatera Barat 39 titik. Sementara itu, Bengkulu mencatat 30 titik, Bangka Belitung 16 titik, Jambi 14 titik, Sumatera Selatan 12 titik, dan Lampung 1 titik.
Di lingkup Provinsi Riau, konsentrasi titik panas paling masif berada di Kabupaten Bengkalis dengan 159 titik, disusul Kabupaten Pelalawan sebanyak 93 titik. Wilayah lain yang turut menyumbang angka signifikan adalah Kabupaten Rokan Hilir dengan 43 titik dan Kota Dumai 21 titik.
Kabupaten Indragiri Hilir juga mencatat 12 titik panas, diikuti Kabupaten Siak 4 titik, serta Kabupaten Indragiri Hulu 3 titik. Tingginya angka di Bengkalis dan Pelalawan mengindikasikan kerentanan serius pada lahan gambut di kawasan pesisir tersebut.
Kenaikan jumlah titik panas yang signifikan dalam satu hari ini menjadi peringatan dini bagi satgas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pihak terkait diminta meningkatkan kesiapsiagaan lapangan guna memitigasi potensi kebakaran yang lebih luas, terutama saat memasuki fase cuaca kering.