Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa cuaca ekstrem akan terus melanda sebagian besar wilayah Indonesia dalam beberapa pekan ke depan. Kepala Pusat Meteorologi BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti perubahan iklim global dan pola angin yang tidak menentu.

“Kita memang harus waspada terhadap cuaca ekstrem yang mungkin terjadi dalam beberapa minggu ke depan. Hal ini bisa berdampak buruk bagi masyarakat, terutama bagi para petani dan nelayan,” ujar Dwikorita dalam keterangan resminya, Rabu (5/5).

Dwikorita menambahkan bahwa BMKG telah melakukan berbagai upaya untuk memantau perkembangan cuaca ekstrem tersebut. Selain itu, BMKG juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana alam yang bisa terjadi akibat cuaca ekstrem.

“Kami terus memberikan informasi yang akurat dan terpercaya kepada masyarakat agar mereka dapat melakukan langkah-langkah mitigasi yang tepat dalam menghadapi cuaca ekstrem,” tambahnya.

Menurut data yang dirilis oleh BMKG, beberapa daerah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem dalam beberapa pekan ke depan antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, dan Kalimantan. Hal ini disebabkan oleh adanya pola angin yang tidak stabil dan meningkatnya suhu permukaan laut di sekitar wilayah Indonesia.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG secara berkala. Kita harus bersiap menghadapi cuaca ekstrem ini dengan melakukan langkah-langkah mitigasi yang tepat,” tegas Dwikorita.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah mempersiapkan langkah-langkah darurat dalam menghadapi potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem. Kepala BNPB, Doni Monardo, menegaskan bahwa pihaknya siap untuk memberikan bantuan dan koordinasi dalam penanggulangan bencana.

“Kami telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mengantisipasi potensi bencana akibat cuaca ekstrem. Kita harus bersatu dan saling membantu dalam menghadapi kondisi ini,” kata Doni.