Polisi Sebut Bendahara RSBP Batam Meninggal Akibat Bunuh Diri
BATAM, SERANTAU MEDIA – Kepolisian memastikan bendahara Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, Sapto Agus Rinugroho, meninggal karena bunuh diri. Dari informasi yang berkembang di masyarakat, korban diduga mendapatkan tekanan yang cukup berat dari tempatnya bekerja.
Meski demikian, Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol M Debby Tri Andrestian yang dikonfirmasi, mengatakan pihaknya baru menemukan alasan korban nekad mengakhiri hidupnya sendiri karena masalah pribadi. “Ya itu bunuh diri. Sampai dengan saat ini, kalau dari penyelidikan kami belum menemukan sebab lain,” kata Debby.
Bahkan Debby mengimbau, apabila ada masyarakat yang mengetahui adanya dugaan tindak pidana lain sehingga menyebabkan daripada korban meninggal dunia, agar segera melapor ke kepolisian. “Silakan dilaporkan kepada kami. Karena penyelidikan yang ada saat ini diduga kuat yang bersangkutan adalah bunuh diri karena memiliki masalah pribadi,” ujarnya.
Informasi yang dihimpun di lapangan mengungkap sejumlah kejanggalan. Pada Kamis, 12 Februari 2026 pagi sekitar pukul 07.00 WIB, korban terlihat berangkat ke kantornya di Sekupang menggunakan sepeda motor. Ia sempat mengisi absen dan masuk ke ruangan. Namun, tak sampai 15 menit kemudian, Sapto keluar kantor sendirian menggunakan motor sambil membawa satu tas. Yang janggal, telepon genggam miliknya justru tertinggal di atas meja kerja.
Tiga hari kemudian, misteri mulai terkuak. Seorang nelayan di perairan Galang dikejutkan dengan temuan sesosok mayat pria yang tersangkut di bubu atau perangkap ikannya. Saat bubu ditarik, nelayan itu merasakan beban yang lebih berat dari biasanya. “Saat dicek, ternyata ada sesosok tubuh pria tersangkut di dalam perangkap,” kata Kapolsek Galang, Iptu Hendrizal seperti dikutip dari Batamnews.
Jasad korban ditemukan dalam kondisi membengkak, diduga telah hanyut di laut selama beberapa hari. Korban mengenakan baju kaos tanpa identitas apa pun di tubuhnya. Jasad langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Batam untuk autopsi dan penyelidikan lebih lanjut.
Teka-teki bertambah setelah pada Senin, 16 Februari 2026 malam, warga menemukan sebuah sepeda motor Yamaha Mio warna kuning bernomor polisi BP 4908 AO tergeletak tersembunyi di semak-semak kawasan Dam Sei Gong. Motor tersebut diketahui merupakan kendaraan yang biasa digunakan korban.