Pada hari Minggu, 15 Agustus 2021, seorang petani di desa Kedungrejo, Klaten, Jawa Tengah, dikabarkan menemukan artefak bersejarah berupa guci kuno. Guci tersebut ditemukan ketika petani tersebut sedang menggali tanah untuk menanam padi di sawah miliknya.

Menurut petani tersebut, guci kuno tersebut ditemukan sekitar pukul 09.00 pagi waktu setempat. Guci tersebut terkubur cukup dalam di dalam tanah dan terlihat cukup rapuh ketika ditemukan.

Kepala desa Kedungrejo, Bambang Sujatmiko, memastikan bahwa guci kuno tersebut benar-benar artefak bersejarah. Menurutnya, guci tersebut diyakini berasal dari zaman Kerajaan Mataram Kuno berdasarkan bentuk dan motif ukiran yang terdapat di permukaannya.

Pihak Dinas Purbakala Klaten pun langsung melakukan penelitian lebih lanjut terhadap guci kuno yang ditemukan tersebut. Mereka berencana untuk melakukan analisis lebih lanjut guna mengetahui keaslian dan nilai sejarah dari guci tersebut.

Menurut sejarawan lokal, temuan guci kuno tersebut bisa menjadi bukti otentik keberadaan Kerajaan Mataram Kuno di wilayah Klaten. Hal ini tentu saja akan menjadi pengetahuan berharga bagi masyarakat dan dunia sejarah.

Warga sekitar desa Kedungrejo pun sangat antusias dengan temuan guci kuno tersebut. Mereka berharap temuan tersebut dapat menjadi daya tarik wisata sejarah di daerah mereka dan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke desa mereka.

Hingga saat ini, proses penelitian terhadap guci kuno tersebut masih terus dilakukan oleh pihak berwenang. Masyarakat di sekitar desa Kedungrejo pun menunggu dengan antusias hasil akhir dari penelitian tersebut.

Sementara itu, petani yang menemukan guci kuno tersebut merasa bersyukur atas temuannya. Baginya, temuan ini merupakan keberuntungan yang luar biasa dan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan dalam hidupnya.

Diharapkan dengan temuan guci kuno ini, akan semakin banyak artefak bersejarah lain yang dapat ditemukan di daerah Klaten. Hal ini tentu akan menjadi pengetahuan berharga bagi generasi masa depan tentang keberadaan Kerajaan Mataram Kuno di wilayah tersebut.