Dalam sebuah wawancara dengan CNN Indonesia, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, mengungkapkan rencana untuk memperkenalkan kurikulum baru di sekolah-sekolah Indonesia. Kurikulum baru tersebut akan fokus pada pengembangan keterampilan dan karakter siswa agar lebih siap menghadapi tantangan di era digital saat ini.
“Nanti akan ada kompetensi tambahan yang tidak hanya akademis, tapi juga karakter, keterampilan, dan pengetahuan tambahan yang relevan dengan tuntutan dunia kerja,” kata Nadiem dalam wawancara tersebut.
Kurikulum baru ini rencananya akan mulai diterapkan pada tahun ajaran 2022/2023. Nadiem menegaskan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan uji coba dan kajian mendalam untuk memastikan kesesuaian kurikulum baru dengan kebutuhan siswa dan masyarakat.
“Kami tidak ingin terburu-buru dalam mengubah kurikulum. Yang penting adalah memastikan bahwa kurikulum baru ini benar-benar memberikan manfaat yang optimal bagi siswa,” ujar Nadiem.
Selain itu, Nadiem juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk orang tua siswa, guru, dan pakar pendidikan, dalam proses pengembangan kurikulum baru ini.
“Kami sangat terbuka untuk menerima masukan dan saran dari semua pihak demi meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” tutur Nadiem.
Pengumuman tentang kurikulum baru ini pun mendapatkan beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian menyambut baik langkah tersebut, namun ada juga yang masih meragukan efektivitas dari perubahan kurikulum tersebut.
Sementara itu, Nadiem menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan pemantauan terhadap implementasi kurikulum baru tersebut untuk memastikan bahwa tujuan dari perubahan kurikulum dapat tercapai dengan baik.