Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Reuters hari ini, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menegaskan komitmennya untuk melawan perubahan iklim. Biden mengatakan bahwa perubahan iklim adalah “krisis nyata dan mendesak” yang harus segera ditangani.

Biden juga menyebutkan bahwa Amerika Serikat akan kembali bergabung dengan Perjanjian Paris, yang telah ditinggalkan oleh pemerintahan sebelumnya. “Kami akan kembali ke Perjanjian Paris karena kami percaya bahwa negara-negara besar seperti Amerika Serikat harus memimpin dalam upaya melawan perubahan iklim,” ujarnya.

Selain itu, Biden juga berencana untuk mengadakan pertemuan khusus dengan pemimpin dunia lainnya untuk membahas isu perubahan iklim. Pertemuan tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan dalam beberapa bulan ke depan.

Menyikapi pernyataan Biden, sejumlah negara lain menyambut baik langkah-langkah yang akan diambil oleh Amerika Serikat. Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, menyatakan dukungannya terhadap upaya Amerika Serikat dalam melawan perubahan iklim.

Namun, tidak semua pihak memberikan respon positif terhadap rencana Biden ini. Sejumlah kalangan skeptis terhadap kemampuan Amerika Serikat untuk benar-benar mengurangi emisi gas rumah kaca sesuai dengan komitmen yang dijanjikan.

Meskipun demikian, Biden tetap optimis bahwa dengan kerja sama antar negara dan dukungan dari berbagai pihak, perubahan iklim dapat diatasi. “Kita harus bertindak sekarang untuk mencegah bencana yang lebih besar di masa depan,” tandasnya.

Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi terkait langkah konkret yang akan diambil oleh Amerika Serikat dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca. Namun, Biden menjanjikan bahwa kebijakan yang akan diambil akan didasarkan pada sains dan konsultasi dengan para ahli.