Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan rasa prihatin atas musibah kebakaran yang terjadi di permukiman, Jalan Pahlawan, RT 02 RW 02, Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Kebakaran yang terjadi pada Rabu, 8 April 2026, menghanguskan 81 rumah, merusak berat 9 unit rumah, dan merusak ringan 19 unit lainnya.

Meskipun kebakaran meluas, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kerugian materil diperkirakan sangat besar dan masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait. “Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Riau menyampaikan rasa prihatin dan kesedihan mendalam yang tengah melanda masyarakat Pulau Kijang Indragiri Hilir,” kata Plt Gubernur Riau SF Hariyanto.

Pemprov Riau akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dan stakeholder terkait untuk mencari solusi dalam proses pemulihan dan penyaluran bantuan. “Nanti kita komunikasikan dengan Pemkab untuk pemulihan dan penyaluran bantuan darurat berupa sembako, selimut, pakaian layak pakai, dan tenda sementara bagi korban,” ujarnya.

SF Hariyanto juga menginstruksikan camat dan lurah setempat untuk mendata total kerugian agar bantuan rehabilitasi rumah bisa segera diproses. “Jangan sampai korban terlantar. Pemerintah hadir. Untuk rumah yang rusak berat akan kita bantu melalui program Rumah Layak Huni tahun ini,” tegasnya.

Gubernur juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat meninggalkan rumah dan memeriksa instalasi listrik secara berkala. Kasat Reskrim Polres Inhil, AKP Budi Winarko, mengatakan bahwa kebakaran dimulai sekitar pukul 11.30 WIB, di mana api pertama kali terlihat muncul dari area sekitar rumah salah satu warga bernama H Iskandar.

Menurut Budi, faktor cuaca juga turut memperparah kebakaran, membuat api sulit dikendalikan hanya dengan alat manual. Setelah berjuang selama kurang lebih dua setengah jam, api berhasil dipadamkan sekira pukul 14.00 WIB berkat bantuan alat pemadam kebakaran dari pihak Kecamatan Reteh dan kerja keras seluruh elemen masyarakat.