Pihak PLN ULP rayon cabang Bengkalis kembali menuai kontroversi dengan serangkaian pemadaman listrik yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir, termasuk saat warga tengah melaksanakan sholat.

Kejadian tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat Bengkalis, terutama saat pemadaman listrik terjadi di saat-saat yang tidak tepat, seperti saat pelaksanaan sholat.

Manajer PLN ULP rayon cabang Bengkalis, Budi Santoso, mengakui adanya pemadaman listrik yang terjadi belakangan ini. Namun, Budi tidak memberikan alasan konkret terkait jadwal pemadaman yang dianggap tidak tepat tersebut.

Warga Bengkalis merasa kesal dengan tindakan PLN yang dianggap tidak memperhatikan kebutuhan masyarakat. Mereka berharap agar PLN dapat lebih memperhatikan waktu-waktu yang sensitif saat melakukan pemadaman listrik.

Kondisi ini juga mempengaruhi aktivitas sehari-hari masyarakat Bengkalis, terutama dalam menjalankan ibadah sholat yang merupakan kewajiban umat Islam.

Pemadaman listrik yang dilakukan oleh PLN ULP rayon cabang Bengkalis juga menimbulkan kerugian bagi beberapa usaha yang bergantung pada pasokan listrik secara kontinyu.

Pihak PLN ULP rayon cabang Bengkalis berjanji akan melakukan evaluasi terkait jadwal pemadaman listrik yang dilakukan. Mereka berkomitmen untuk memperbaiki sistem agar pemadaman listrik dapat dilakukan dengan lebih tepat waktu.

Sementara itu, Asosiasi Pedagang Pasar Bengkalis mendesak PLN untuk lebih memperhatikan kebutuhan listrik masyarakat. Mereka meminta agar PLN dapat memberikan pelayanan yang lebih baik demi kenyamanan dan kepentingan bersama.

Hingga saat ini, belum ada kepastian terkait tindakan lanjutan yang akan diambil oleh PLN ULP rayon cabang Bengkalis terkait keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik yang dianggap tidak tepat waktu.