Pada hari Jumat, 12 Februari 2021, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah di Indonesia. Menurut Kepala Pusat Meteorologi BMKG, Dwikorita Karnawati, potensi cuaca ekstrem ini dipicu oleh adanya siklon tropis di Samudra Hindia yang berpotensi menyebabkan hujan lebat disertai angin kencang.
Dwikorita Karnawati juga menjelaskan bahwa potensi cuaca ekstrem ini dapat terjadi di wilayah Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTB, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. BMKG meminta masyarakat di wilayah tersebut untuk tetap waspada dan siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem ini. Pastikan untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG dan mematuhi himbauan dari pihak berwenang,” ujar Dwikorita Karnawati dalam keterangannya.
Selain itu, BMKG juga memperkirakan bahwa potensi cuaca ekstrem ini dapat berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Dengan adanya potensi cuaca ekstrem ini, BMKG juga menyarankan agar masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di luar ruangan yang berisiko saat cuaca buruk seperti ini.
Dalam situasi cuaca ekstrem seperti ini, Dwikorita Karnawati menegaskan pentingnya kerjasama dan kewaspadaan dari seluruh pihak. “Kerjasama dan kewaspadaan dari seluruh pihak sangat diperlukan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem ini. Mari kita bersama-sama menjaga keselamatan diri dan orang lain,” kata Dwikorita Karnawati.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG juga telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait lainnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan informasi dan bantuan yang diperlukan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah di Indonesia.